Sukses

Guyonan Warganet Soal Susu Kental Manis yang Bakal Mengocok Perut Kamu

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan memberikan edaran mengenai label dan iklan mengenai susu kental manis dan analoginya.

Dalam edaran tersebut, BPOM mengingatkan kembali mengenai Pasal 100 ayat (1) dan Pasal 104 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dan Pasal (5) ayat (1) dan Pasal 44 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan yang meminta agar iklan produk susu kental manis agar memperhatikan beberapa hal.

Salah satunya adalah larangan visualisasi susu kental manis dan analognya disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelangkap zat gizi.

Sontak, surat edaran itu mendapat respon beragam dari masyarakat. Sama seperti topik lain, topik susu kental manis ini pun menjadi bahan guyonan warganet.

Kebanyakan kicauan lucu tersebut mengomentari temuan susu kental manis yang ternyata tak mengandung susu. Seperti apa cuitan dari warganet tersebut, berikut ini beberapa yang sudah dihimpun, Senin (9/7/2018). 

1 dari 2 halaman

BPOM Soal Susu Kental Manis

Penjelasan ini sebenarnya pernah disosialisasikan BPOM melalui edaran berjudul Bijak Mengonsumsi Susu Kental Manis dan Produk Sejenis yang diterima oleh Health Liputan6.com beberapa saat yang lalu.

Dalam edaran tersebut, produk susu kental manis beserta analognya akan diatur tidak sebagai sajian utama. Namun, sebagai pelengkap seperti pemanis di kue maupun es buah.

Dalam tabel yang dikeluarkan BPOM, kandungan zat gizi dalam produk susu kental manis sendiri mengandung lemak susu sebesar minimal 8 persen, protein (Nx6,38) minimal sebesar 6,5 persen dan tidak memiliki total padatan susu.

Selain susu kental manis, beberapa produk seperti minuman rasa susu maupun minuman yang mengandung susu tidak sama dengan produk susu yang sesungguhnya seperti UHT, susu pasteurisasi, susu steril, susu segar, dan susu skim.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Artikel Selanjutnya
Dua Bulan, Twitter Tangguhkan 70 Juta Akun
Artikel Selanjutnya
Penjualan Produk Susu Kental Manis Tak Terganggu Surat Edaran BPOM