Sukses

Pria Mencoba Bunuh Diri karena Idola Internet Pensiun

Liputan6.com, Jakarta - Obsesi memang selalu tidak sehat, karena dapat mengalihkan kita dari hal-hal esensial di kehidupan nyata, seperti pekerjaan atau kesehatan.

Di Taiwan, seorang pria Jepang berusia 48 tahun mencoba melakukan bunuh diri di Nankang Software Park, Taipei pada 31 Maret lalu karena idola (idol) internet favoritnya akan pensiun, demikian lansiran dari Taiwan News, Jumat (6/4/2018).

Pria yang tidak disebutkan identitasnya ini mencoba menikam perutnya dalam posisi sedang duduk, sehingga diduga ia berupaya melakukan harakiri atau seppuku.

Pejalan kaki yang melihat tindakan tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit.

Ketika ditanya pihak kepolisian, pria itu mengaku ia depresi karena idola favoritnya asal Taiwan yang bernama Dora akan pensiun sebagai seleb online.

Alasan pria tersebut datang ke Taiwan memang untuk menyaksikan konser penutup Dora sebelum pensiun.

Setelah melihat penampilan konser Dora, barulah pria itu merasa depresi karena tidak bisa melihat idola favoritnya lagi.

2 dari 3 halaman

Jangan Diabaikan, Ini 8 Gejala Depresi yang Tidak Biasa

Secara umum, banyak orang pernah mendengar tentang depresi. Mereka tahu bahwa ini adalah perasaan sedih yang luar biasa, sulit diobati, dan sulit di mengerti. Ada banyak hal yang terjadi dalam pikiran seseorang yang menderita depresi dan tak ada penderita yang mengalami hal sama.

Depresi tak selalu hadir dengan cara yang sama, tapi 8 gejala berikut dapat menjadi pertanda seseorang yang tengah depresi seperti dilansir dari Shared.com

1. Mulai tak menjaga kebersihan

Jika Anda memerhatikan seseorang yang Anda kenal berhenti merawat diri dan mulai tak menjaga kebersihan seperti biasanya, Anda patut curiga. Depresi dapat terlihat dalam hal-hal kecil seperti itu.

Mendadak malas menyikat gigi, mencuci rambut, bahkan tidak mandi sampai berhari-hari dapat menjadi depresi tersebut.

2. Rasa bersalah yang berlebihan

Jika Anda menemukan bahwa Anda terus-menerus menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang sama sekali tak dapat Anda kontrol, ini mungkin merupakan indikasi ada sesuatu yang lebih serius tengah terjadi. Carilah bantuan dan jangan biarkan perasaan bersalah tersebut berlarut-larut. Ini bisa saja pertanda depresi.

3. Mudah tersinggung

Tak selalu depresi menimbulkan kesedihan dan kemuraman. Mudah marah dan mudah tersinggung juga merupakan indikasi depresi berat dan harus ditangani dengan cepat.

4. Menjadi gila kerja

Jika seseorang tiba-tiba menjadi workaholic, mungkin mereka menggunakan pekerjaan mereka untuk mengalihkan perhatian mereka dari hal yang memicu depresi. Tapi ini tidak selamanya baik.

Bekerja gila-gilaan hanya akan mendatangnkan penyakit lainnya pada tubuh Anda.

3 dari 3 halaman

Kecanduan Internet

5. Menjadi candu internet

Perubahan yang satu ini kerap tak disadari. Menjadi candu terhadap internet, Facebook, Instagram, atau bahkan belanja dan judi online, juga menjadi indikasi pertanda masalah tengah dihadapi.

Internet menjadi tempat pelarian mereka. Tapi bagaimanapun, ini hanyalah mekanisme penanganan jangka pendek yang tidak berkelanjutan.

6. Perasaan hampa dan kosong

Depresi tak selalu berupa kesedihan yangg membuat Anda terisak-isak. Terkadang hal itu dapat digambarkan sebagai perilaku seperti zombie.

Perasaan hampa, bengong, tak ada emosi, meyendiri, tak termotivasi, menjadi indikasi depresi tengah Anda alami.

7. Berat badan naik atau turun secara drastis

Makan yang banyak dapat menjadi pertanda depresi. Makan menjadi pengalihan dari rasa depresi tersebut. Di sisi lain, Anda juga dapat kehilangan motivasi untuk makan dan akhirnya kehilangan berat badan secara drastis. Tiap orang berbeda, tapi kedua kondisi tersebut tak boleh diabaikan.

8. Sakit kronis

Sebanyak 75% orang dengan depresi juga akan mengalami sakit yang berulang atau bahkan kronis. Seringkali ini hadir dalam bentuk sakit leher, sakit punggung bawah, tapi juga bisa dalam bentuk sakit perut, sakit kepala, dan sakit kronis lainnya.

(Tom/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
11 Juta Orang Indonesia Indonesia Alami Depresi
Artikel Selanjutnya
Wartawan, Salah Satu Profesi yang Rentan Depresi