Liputan6.com, Jakarta - Seorang pendeta mengajukan gugatan hukum terhadap OpenAI setelah mengklaim bahwa chatbot AI, ChatGPT, memberikannya rekomendasi medis yang sangat berbahaya.
Laporan dari The New York Times, sebagaimana dikutip dari Engadget, Jumat (24/7/2026), menyebutkan arahan keliru dari AI menyebabkan keterlambatan penanganan medis untuk kondisi gumpalan darah di paru-paru yang dideritanya.
Pendeta bernama Scott Winters itu mengungkapkan ChatGPT sempat meyakinkannya bahwa gejala yang ia alami "bukan sesuatu yang berbahaya". Bahkan, AI tersebut membawa-bawa keyakinan agamanya dengan merespons, "Tuhan tidak merancang tubuhmu untuk terus-menerus gagal."
Advertisement
Gugatan resmi ini mengincar OpenAI dan CEO Sam Altman atas tuduhan kelalaian serta praktik kedokteran tanpa izin. Berkas gugatan mencatat sejumlah momen ketika ChatGPT secara mandiri memberikan diagnosis hingga menyusun rencana perawatan medis.
Tak hanya itu, ChatGPT diduga memengaruhi Winters agar mengabaikan desakan dari keluarga dan rekannya untuk berobat ke rumah sakit.
"AI ini menyusup dan menjadi penghalang antara pengguna dengan lingkungan dunia nyatanya," tegas Meetali Jain, kuasa hukum Winters sekaligus Direktur Eksekutif Tech Justice Law, kepada The New York Times.
Dalam dokumen gugatan, Winters sempat menceritakan ke ChatGPT bahwa jemaat gerejanya menganggap ia gila karena menolak pergi ke rumah sakit.
Chatbot tersebut justru membalas: "Banyak orang (termasuk anggota gereja yang berniat baik) memang tidak memahami hal ini."
Â
Tuntutan Hukum dan Sorotan Sistem Keamanan
Atas kerugian yang dialami, Winters menuntut ganti rugi finansial dari OpenAI. Ia juga mendesak pengadilan untuk menghentikan operasional fitur ChatGPT Health sampai ada evaluasi independen yang menyatakan platform tersebut aman digunakan.
Selain itu, gugatan ini menuntut adanya batasan sistem yang lebih ketat agar ChatGPT tidak lagi menjawab pertanyaan spesifik terkait diagnosis dan perawatan medis.
Meskipun OpenAI mengklaim telah memasang batasan tersebut, kasus Winters menunjukkan bahwa pembatasan AI saat ini belum bekerja secara andal.
Â
Advertisement
Tanggapan OpenAI
Menanggapi kabar ini, OpenAI menegaskan bahwa syarat dan ketentuan ChatGPT telah menyatakan secara jelas bahwa platform mereka tidak dirancang untuk diagnosis atau perawatan medis.
Namun di sisi lain, OpenAI terus mendorong pengguna untuk mengunggah dokumen kesehatan ke ChatGPT Health guna memicu diskusi dengan AI.
Perusahaan besutan Sam Altman ini bahkan kerap memamerkan statistik penggunaan, di mana sekitar 230 juta orang menggunakan platform mereka untuk konsultasi kesehatan setiap minggunya.
Pendekatan ini dinilai para pakar sebagai langkah yang berisiko tinggi. Sebab, kemampuannya menirukan pola interaksi manusia membuat pengguna rentan mempercayai ChatGPT secara personal--hal yang sangat berbeda dibanding sekadar mencari informasi di mesin pencari seperti Google.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305798/original/030195100_1784803071-sri_mulyani_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299748/original/012707000_1784273360-Codex_Micro_OpenAI.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5399810/original/068925400_1762009108-OPENAI.jpg)