Apakah Kucing Bisa Menangis? Ini Penjelasan Ilmiah dan Faktanya

Apakah kucing bisa menangis seperti manusia? Simak penjelasan ilmiah, penyebab mata kucing berair, dan alasan kucing bersuara sedih menurut dokter hewan.

Diterbitkan 24 Juli 2026, 10:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Suara meongan panjang yang terdengar pilu kerap membuat pemilik bertanya-tanya, apakah kucing bisa menangis layaknya manusia. Pertanyaan ini makin sering muncul ketika mata si anabul tampak berkaca-kaca.

Secara ilmiah, kucing sebenarnya memiliki kelenjar dan saluran air mata. Namun, fungsinya adalah melembapkan dan melindungi permukaan mata, bukan untuk meluapkan kesedihan.

Menariknya, mengacu pada sebuah studi tahun 2019 dilansir dari laman The Vet Desk, manusia diyakini sebagai satu-satunya makhluk di Bumi yang menangis karena kesedihanJadi, ketika membahas apakah kucing bisa menangis, jawaban singkatnya adalah mereka bisa bersuara mirip tangisan, tetapi tidak meneteskan air mata karena emosi.

Apakah Kucing Bisa Menangis? Ini Fakta di Balik Air Mata Kucing

Secara anatomi, kucing memiliki saluran air mata seperti manusia, tetapi tujuannya berbeda. Pada kucing, keluarnya air mata merupakan proses fisiologis untuk melumasi mata, membantu membersihkan kotoran, dan melindungi permukaan mata. Dr. Lynch, dikutip dari Great Pet Care, menjelaskan, "Produksi air mata adalah proses normal untuk menjaga kesehatan mata."

Perbedaan utama justru terletak pada pemicunya. Manusia menangis akibat emosi yang kompleks sehingga tubuh menghasilkan air mata. Carly Fox, DVM, dokter hewan senior di Animal Medical Center New York, dikutip dari Chewy, menyatakan bahwa kucing tidak memproduksi air mata dalam pengertian tradisional dan tidak memiliki emosi kompleks seperti manusia.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kucing "menangis"? Alih-alih meneteskan air mata, kucing menyampaikan perasaannya lewat vokalisasi seperti mengeong, mengerang, atau melolong. drh Tetty Barunawati Siagian, dosen Program Studi Paramedik Veteriner Sekolah Vokasi IPB University, menegaskan, "Jika kita melihat air mata mengalir di wajah kucing, itu biasanya karena iritasi atau masalah medis, bukan karena alasan emosional."

Kesimpulan sederhananya, pertanyaan apakah kucing bisa menangis dijawab dengan: mereka mampu mengeluarkan suara mirip tangisan, tetapi tidak menangis air mata karena sedih. Mata berair yang terlihat seperti tetesan air mata, yang secara medis disebut epiphora, umumnya merupakan masalah fisik, bukan tangisan atau kesedihan. Bahkan sejumlah pakar mengungkap kucing bisa "menangis" dalam bentuk perubahan perilaku, bukan air mata emosional.

Alasan Kucing Mengeluarkan Suara Seperti Menangis

Suara mirip tangisan pada kucing pada dasarnya adalah bentuk komunikasi. Untuk menjawab apakah kucing bisa menangis secara utuh, kita perlu memahami pesan di balik setiap suaranya.

Sebagaimana dilaporkan Daily Paws, mengeong bukan pilihan utama kucing untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Antar-kucing justru berkomunikasi melalui aroma, bahasa tubuh, dan sentuhan. Karena itu, saat kucing "menangis" kepada Anda, ia sedang menyampaikan sesuatu yang spesifik.

  1. Lapar atau haus. Kucing memiliki jam internal yang akurat soal waktu makan. Rasa lapar termasuk salah satu alasan paling umum kucing bersuara. Memahami arti suara meong kucing membantu Anda merespons kebutuhannya dengan tepat.
  2. Mencari perhatian. Kucing adalah hewan sosial yang bisa bosan jika kurang interaksi. Mereka belajar bahwa mengeong efektif untuk mendapat respons pemilik, sehingga muncul beragam jenis suara kucing saat ingin diperhatikan.
  3. Ingin akses masuk atau keluar. Kucing sering ingin berada di sisi pintu yang berlawanan dan akan mengeong keras meminta dibukakan pintu atau jendela.
  4. Stres, cemas, atau takut. Perubahan lingkungan dapat memicu tangisan. Kucing yang tidak nyaman bisa mulai menggeram atau mendesis sebagai tanda peringatan.
  5. Dorongan kawin. Kucing yang sedang berahi melolong untuk memanggil pasangannya. Perilaku ini kerap terlihat pada kucing yang sedang birahi, dan mengebiri kucing dinilai efektif menekannya.
  6. Sakit atau nyeri. Perubahan pada vokalisasi atau tangisan yang terus-menerus bisa menandakan kucing merasa nyeri atau tidak nyaman. Tangisan semacam ini kadang muncul sebagai alasan kucing mengeong di malam hari.
  7. Disfungsi kognitif pada kucing tua. Kucing senior dengan disfungsi kognitif juga bisa menangis ketika merasa bingung atau disorientasi. Pada kondisi ini, tangisan biasanya lebih sering di malam hari.
  8. Ras yang memang cerewet. Beberapa ras, termasuk Siamese, Bengal, Tonkinese, dan Sphynx, memang banyak bersuara. Kenali ragam suara kucing agar bisa membedakan celoteh biasa dengan sinyal masalah.

Penyebab Mata Kucing Berair yang Sering Disalahartikan

Banyak orang mengira mata kucing yang basah adalah air mata kesedihan, padahal umumnya itu pertanda gangguan kesehatan. Mata berair bukan tanda kesedihan dan biasanya disebabkan oleh masalah medis seperti infeksi, alergi, atau penyakit mata.

Dikutip dari laman Reader's Digest, jika terlihat ada air mata di mata kucing, pasti ada sesuatu yang sedang terjadi. Berikut beberapa penyebab mata kucing berair yang perlu diwaspadai.

  1. Konjungtivitis. Air mata yang mengalir pada kucing sering menandakan masalah medis seperti konjungtivitis, saluran air mata tersumbat, atau infeksi mata umum lainnya. Kondisi ini bisa membuat kucing belekan dengan mata bengkak dan merah.
  2. Saluran air mata tersumbat. Jika saluran tersumbat, air mata tumpah ke wajah dan meninggalkan noda. Jangan abaikan mata kucing yang berair karena bisa menandakan kondisi menyakitkan.
  3. Alergi dan iritan. Seperti manusia, kucing bisa alergi terhadap berbagai hal, termasuk serbuk sari, debu, atau makanan tertentu. Asap dan aroma menyengat juga bisa memicu mata berair.
  4. Benda asing atau cedera mata. Goresan atau benda kecil seperti biji rumput dapat melukai mata, sehingga mata memproduksi air mata berlebih untuk membilasnya.
  5. Flu kucing. Infeksi saluran pernapasan atas kerap ditandai bersin, hidung berair, dan mata berair. Kenali ciri-ciri kucing pilek agar bisa segera ditangani.
  6. Ras berwajah datar. Ras berhidung pesek seperti Persia dan Himalaya rentan tampak seperti menangis karena saluran air mata (nasolakrimal) mereka pendek sehingga air mata mudah tumpah.

Tanda-Tanda Kucing Sedang Sedih, Stres, atau Sakit

Karena tidak menangis dengan air mata, kucing mengandalkan bahasa tubuh dan perubahan perilaku untuk menunjukkan bahwa ia sedih, stres, atau sakit. Brittany Klesznyski, DVM, dikutip dari PetMD, menerangkan, Kucing yang merasa stres atau cemas bisa bersembunyi atau meringkukkan tubuhnya rapat-rapat.

Kucing yang sedang sedih mungkin bersembunyi, menjauh dari pemiliknya, makan lebih sedikit, tidur lebih lama, dan meringkuk erat. Tanda lain yang patut diperhatikan meliputi vokalisasi berlebihan, gemetar, penurunan nafsu makan, perubahan kebiasaan buang air, hingga sikap agresif. Perilaku seperti tiba-tiba suka bersembunyi sering menjadi sinyal awal stres.

Kucing juga bisa "menangis" karena kesepian. Kucing yang menangis saat ditinggal sendirian bisa mengalami separation anxiety, dan kecemasan lain dapat dipicu oleh perubahan jadwal, kehadiran hewan baru, atau pindah rumah. Meski terlihat cuek, ada bukti bahwa kucing tahu saat pemiliknya sedang sedih dan bereaksi terhadap nada suara manusia.

Yang perlu diingat, kucing sangat pandai menyembunyikan penyakitnya sehingga tandanya sering kali sangat halus. Jika perilaku berubah drastis dan tak kunjung membaik, sebaiknya cari cara untuk membantu meredakan rasa takut kucing sekaligus memeriksakannya ke dokter hewan.

Cara Menenangkan Kucing yang Sering Menangis

Setelah memahami apakah kucing bisa menangis dan apa pemicunya, langkah berikutnya adalah menenangkannya. Kuncinya adalah mengidentifikasi penyebab lalu memenuhi kebutuhan si anabul.

Merujuk Cats Protection, memberi makan dengan jadwal yang konsisten dapat mengurangi kebiasaan kucing merengek meminta makan di luar waktunya. Prinsip serupa berlaku untuk kebutuhan lain, seperti bermain dan rasa aman.

  1. Penuhi kebutuhan dasar. Pastikan tersedia makanan, air bersih, dan kotak pasir yang bersih. Kucing menyukai konsistensi, sehingga rutinitas yang stabil mengurangi vokalisasi berlebihan.
  2. Terapkan jadwal makan teratur. Beri makan pada jam yang sama setiap hari agar kucing tidak terus-menerus meminta makan.
  3. Luangkan waktu bermain. Interaksi rutin membuat kucing merasa diperhatikan. Ada banyak cara mengatasi stres pada kucing, salah satunya sesi bermain harian.
  4. Sediakan pengayaan lingkungan. Mainan interaktif, puzzle feeder, tiang cakar, dan cat tree membantu kucing tetap sibuk dan tidak bosan.
  5. Ciptakan lingkungan aman. Sediakan tempat persembunyian yang tenang dan pertimbangkan produk feromon. Cara ini juga berguna untuk membantu kucing mengatasi trauma.
  6. Pertimbangkan sterilisasi. Untuk kucing yang belum dikebiri, sterilisasi menekan lolongan akibat berahi. Simak cara agar kucing tidak kawin di rumah yang aman dan efektif.
  7. Konsultasikan ke dokter hewan. Jika kucing lebih sering mengeong dari biasanya atau matanya berair lebih dari 24 jam, buatlah janji dengan dokter hewan. Mencatat perubahan pada mata, nafsu makan, dan perilaku dalam jurnal kecil dapat membantu dokter hewan mendiagnosis dengan lebih akurat.

Pada akhirnya, memahami bahwa kucing tidak menangis air mata karena sedih membuat Anda lebih siap merespons kebutuhannya. Dengan mengenali beragam perilaku kucing dan artinya, Anda bisa membedakan mana tangisan manja dan mana sinyal masalah kesehatan, sehingga kesejahteraan anabul di rumah tetap terjaga.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kucing Menangis

Apakah kucing menangis mengeluarkan air mata karena sedih?

Tidak. Kucing memiliki saluran air mata, tetapi air mata itu berfungsi melembapkan dan melindungi mata, bukan sebagai luapan emosi. Bila mata kucing berair, umumnya itu tanda iritasi, cedera, infeksi, atau kondisi kronis yang sebaiknya diperiksa dokter hewan.

Kenapa kucing menangis atau mengeong terus di malam hari?

Kucing paling aktif saat senja dan fajar, sehingga mereka bisa bersuara di malam hari karena bosan, lapar, atau ingin perhatian. Pada kucing tua, tangisan malam bisa dipicu kebingungan akibat disfungsi kognitif, jadi perhatikan tanda penyerta lainnya.

Bagaimana cara mengetahui kucing sedang sedih atau stres?

Perhatikan perubahan perilaku seperti bersembunyi, makan lebih sedikit, tidur berlebihan, dan vokalisasi yang meningkat. Kucing yang stres atau sakit juga bisa berhenti merawat diri atau justru menjilati satu area secara berlebihan, sehingga konsultasi ke dokter hewan penting bila gejala menetap.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6