Sukses

Besok Hari Tanpa Bayangan, Ini Waktu Puncaknya

Liputan6.com, Jakarta - Besok beberapa kota di Indonesia akan merasakan fenomena hari tanpa bayangan, salah satunya adalah kota Pontianak yang berjulukan Kota Khatulistiwa.

Di hari tanpa bayangan, benda-benda yang tegak lurus, seperti tonggak dan tugu akan kehilangan bayangannya.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk membuktikan fenomena alam yang menarik ini?

"Pada jam 12 tepat, ketika azan zuhur, fenomena bisa mulai disaksikan," ucap Rhorom Priyatikanto, peneliti Pusat Sains Antariksa kepada Tekno Liputan6.com, Selasa (20/3/2018).

Meski begitu, jangan salah kaprah dengan hari tanpa bayangan, karena itu tidak berarti semua bayangan akan hilang seharian.

Rhorom pun menjelaskan bahwasannya hari tanpa bayangan bukan berarti bayangan akan seluruhnya lenyap, melainkan hanya benda yang tegap lurus saja, tetapi bila kita mengayunkan tangan, maka bayangan tetap terlihat.

Fenomena tersebut juga berlangsung cukup singkat, yakni beberapa menit saja. Jadi, orang yang ingin memotret harus sigap.

2 dari 3 halaman

Matahari Akan Lebih Terik

Menurut keterangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), pada 21 Maret Matahari berada tepat di atas garis ekuator (khatulistiwa). Dampaknya akan memberikan suhu yang lebih panas di siang hari.

"Nanti Matahari pasti akan melintas di atas kepala. Dampaknya akan memberikan Solstice (titik balik Matahari). Matahari pasti akan lebih terik pada periode tersebut," ungkap peneliti Pusat Sains Antariksa, Rhorom Priyatikanto kepada Liputan6.com.

Solstice adalah titik balik Matahari ketika Matahari berada di titik paling utara atau paling selatan. Solstice, dengan demikian, juga bisa dibilang sebagai penanda puncak musim dingin atau panas.

3 dari 3 halaman

Hoax Gelombang Panas

"Ada kabar hoax saat matahari tepat di atas kepala, yaitu menimbulkan suhu tinggi gelombang panas. Itu tidak benar. Suhu permukaan bumi tetap, variasi tidak terlalu besar, tiap tahun terjadi," tegas dia.

Peristiwa hari tanpa bayangan ini terjadi karena Bumi beredar mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis edar Bumi berbentuk agak lonjong, sehingga Bumi kadang bergerak lebih cepat dan kadang bergerak lebih lambat.

"Bidang edar Bumi disebut sebagai bidang ekliptika. Bidang ini miring sebesar 23,4 derajat terhadap bidang equator Bumi," tulis situs lapan yang dikutip Liputan6.com.

Karenanya, Matahari tampak berada di atas belahan Bumi utara selama sekitar setengah tahun dan berada di atas belahan Bumi selatan setengah tahun sisanya.

(Tom/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Telur Bisa Berdiri Tegak pada Hari Tanpa Bayangan, Fakta Atau Mitos?
Artikel Selanjutnya
Hari Tanpa Bayangan 21 Maret di Indonesia, Akan Muncul Gelombang Panas?