Sukses

Melihat 'Jeroan' Telmi, Platform Penghitung Royalti Musik

Liputan6.com, Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan sebuah tools bernama Telinga Musik Indonesia atau Telmi. Tools ini dapat mendeteksi lagu-lagu apa saja yang diputar di hotel, restoran, cafe dan tempat-tempat komersial lainnya.

Telmi dikembangkan oleh sekelompok praktisi teknologi dan para pemerhati musik Indonesia. Tujuannya untuk membantu mendata lagu yang sedang diputar untuk mendapatkan gambaran jumlah royalti yang akan diterima oleh para penyanyi, pencipta lagi dan komposer.

Mengintip 'jeroan' tools Telinga Musik Indonesia (Telmi). (Liputan6.com/Dewi Widya Ningrum)
Boks Telinga Musik Indonesia (Telmi) dan isinya. (Liputan6.com/Dewi Widya Ningrum)

Izak menjelaskan, Telmi mampu mengenali lagu, album, penyanyi dan penciptanya hanya dari potongan musik sepanjang 10 detik saja. Telmi juga bisa diletakkan di dekat speaker televisi.

Cara kerjanya, boks Telmi dipasang di ruang publik seperti cafe atau mal di dekat speaker. Telmi kemudian akan mendengarkan musik yang diputar, lalu mengirimnya ke server untuk diidentifikasi. Setelah itu akan muncul daftar musik apa saja yang diputar di cafe tersebut.

Jeroan Telmi. (Liputan6.com/Dewi Widya Ningrum)
"Dengan cara ini kami berharap agar pemilik lagu bisa mendapatkan royalti yang pantas dan lebih layak," papar Izak.

Layar menampilkan lagu yang diputar di sebuah cafe terdeteksi oleh Telmi. (Liputan6.com/Dewi Widya Ningrum)
Seluruh konsep hardware dan software Telmi memiliki lisensi open source. Artinya siapapun bisa menggunakannya untuk membantu mendata lagu di publik.

Menurut Izak, Telmi dikembangkan selama kurang lebih tiga bulan oleh beberapa praktisi IT di Indonesia. Satu boks Telmi diperkirakan menghabiskan biaya sekitar US$ 35 untuk hardware dan softwarenya. Algoritma pemrograman Telmi mirip seperti yang digunakan di aplikasi penebak judul lagu, Sazham.

(Dew/Cas)