Top 3: Spesifikasi Senpi Kapolsek Sedot Perhatian Pembaca

Spesifikasi senjata api Kapolsek yang menembak teroris Sarinah, menjadi berita paling populer di kanal Tekno Liputan6.com, Jumat (15/1/2016)

Diterbitkan 16 Januari 2016, 11:06 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di kanal Tekno Liputan6.com, artikel yang menyajikan spesifikasi terkait senjata api (senpi) juga dipakai oleh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ketika menembak teroris Sarinah menjadi artikel terpopuler Jumat (15/1/2016) kemarin. 

Kemudian, ada juga artikel tentang asal usul kabar hoax ledakan yang bakal terjadi di wilayah Kuningan dan Palmerah. Di artikel tersebut, dipaparkan secara teknis alasan mengapa kabar tersebut bisa menyebar begitu cepat.

Dan terakhir, kabar terbaru datang dari ISIS yagn dilaporkan telah membuat aplikasi perpesanan sendiri yang berjalan di sistem operasi Android. Lebih lengkapnya, simak 3 berita terpopuler di Tekno Liputan6.com berikut ini:

1. Tembak Teroris Sarinah, Ini Spesifikasi Senpi Kapolsek Menteng

Salah satu pelaku penembakan di persimpangan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, tertangkap kamera, Kamis (14/1). Pelaku mengeluarkan senjata di tengah kepanikan warga pasca ledakan bom. (REUTERS/Veri Sanovri/Xinhua)


Serangan kelompok teroris di Sarinah pada Kamis kemarin, 14 Januari 2016, masih menyisakan kisah lain di sekitarnya. Salah satunya adalah aksi baku tembak antara polisi dan kelompok teroris yang juga diikuti oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dedy Tabrani.

Dalam peristiwa itu, Kapolsek Metro Menteng tersebut menceritakan peristiwa baku tembak yang berjalan cukup sengit. Tak hanya itu, Dedy juga menuturkan telah berhasil melumpuhkan salah seorang teroris.

Namun di balik itu, senjata api yang digunakan Dedy untuk melumpuhkan pelaku juga memiliki kisah tersendiri. Berdasarkan dari beberapa keterangan yang berhasil dihimpun, Dedy diketahui menggunakan senjata api yang juga dipakai oleh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada umumnya, yakni revolver.

Selanjutnya baca di sini

2. Ini Asal-usul Kabar Hoax Bom Palmerah dan Kuningan

Ilustrasi Bom


Selain peristiwa ledakan yang terjadi di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016), masyarakat juga dibuat geger oleh rumor yang mengabarkan adanya ledakan di titik lain, termasuk Palmerah dan Kuningan. Kontan, kabar tersebut langsung menjalar bebas di linimasa.

Setelah dikonfirmasi, rupanya rumor tersebut tidak benar alias hoax. Seperti diketahui, peristiwa mencekam tersebut hanya terjadi di Thamrin, yakni sekitar Sarinah dan gedung Cakrawala.

Lantas, mengapa kabar hoax itu bisa tersebar begitu cepat, sehingga meresahkan banyak orang?

Selanjutnya baca di sini

3. ISIS Bikin Aplikasi Chatting Android Sendiri

Banyaknya akun-akun jejaring sosial milik ISIS yang diblokir nyatanya tidak menjadikan kelompok ektrimis itu kehabisan akal. Laporan terbaru dari Ghost Security Group (GhostSec) menyebutkan bahwa ISIS telah membuat aplikasi perpesanan sendiri yang berjalan di sistem operasi Android.

Ilustrasi ISIS

Mengutip informasi dari laman The Next Web, Jumat (15/1/2016), aplikasi bernama Alwari itu sering digunakan oleh anggota dari kelompok teroris untuk menjalin komunikasi.

Dari laporan itu juga diketahui bahwa aplikasi itu sudah didukung kemampuan enkripsi, namun belum sebaik kemampuan enkripsi yang ada di Telegram dan aplikasi serupa.

Selanjutnya baca di sini
(Jek)