Top 3 Tekno: Fenomena Sewa HP Kaum Tengah Jadi Sorotan

Alih-alih membeli HP flagship seharga belasan juta rupiah demi mendapatkan foto dan video konser yang bagus, sebagian kaum tengah memilih sewa HP.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 11:18 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Alih-alih membeli HP kelas atas seharga belasan juta rupiah demi mendapatkan foto dan video konser yang bagus, sebagian kaum tengah memilih sewa HP sesuai kebutuhan.

Fenomena ini menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Rabu (13/10/2026) kemarin.

Berita lain yang juga populer yaitu mengenai jaringan Telkomsel di Batam yang pulih 95 persen usai blackout selama 15 jam.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini

1. 5 HP Sewa Kaum Tengah demi Fancam Konser In This Economy

Gaji baru masuk, tapi daftar pengeluaran sudah menunggu. Bagi kaum tengah, menonton konser idola menjadi salah satu pengeluaran hiburan yang harus diperhitungkan di tengah biaya hidup yang terus menuntut. Alih-alih membeli HP kelas atas seharga belasan juta rupiah demi mendapatkan foto dan video konser yang bagus, sebagian penggemar memilih sewa HP sesuai kebutuhan.

Keinginan menikmati hiburan tetap ada, tapi pengeluaran harus diperhitungkan. Ketika konser idola menjadi momen yang sudah lama dinantikan, menyewa HP berkamera bagus bisa menjadi jalan tengah ketimbang membeli perangkat baru yang mungkin hanya digunakan sesekali.

Pilihan itu diambil Thurfah Mahira Ahnaf (21). Dia rela mengeluarkan Rp 700.000 untuk menyewa Samsung Galaxy S26 Ultra selama sehari demi merekam konser NCT JNJM Fanmeeting Tour DUALITY di Jakarta, belum lama ini.

"Jujur, jujur, sebanding banget banget banget," kata Thurfah ketika ditanya apakah biaya sewa tersebut sepadan dengan hasil dokumentasi yang diperolehnya kepada Journal Kaum Tengah Liputan6.com.

Baca selengkapnya di sini

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

2. Jaringan Telkomsel di Batam Pulih 95 Persen Usai Blackout 15 Jam

Pemadaman listrik secara menyeluruh (blackout) yang melanda wilayah Batam dan sekitarnya pada Senin (12/10/2026) tidak hanya mematikan aktivitas domestik warga, tetapi juga melumpuhkan sektor infrastruktur krusial.

Selama lebih dari 15 jam, pasokan air bersih terhenti, lampu lalu lintas padam, dan sinyal komunikasi warga sempat lumpuh.

Gangguan yang bermula sejak pukul 06.20 WIB tersebut menghantam jantung aktivitas masyarakat Batam, Bintan, hingga Tanjung Pinang.

Sebagai pusat industri, perdagangan, dan investasi di Kepulauan Riau, lumpuhnya pasokan energi ini memicu kepanikan warga yang kesulitan mengisi daya telepon pintar hingga mengakses jaringan internet.

Menanggapi krisis tersebut, operator seluler Telkomsel bergerak cepat menanggulangi dampak penurunan kualitas sinyal yang dialami para penggunanya.

General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Sumbagteng, Agus Sugiarto, mengonfirmasi bahwa kendala sinyal yang dirasakan pelanggan merupakan dampak langsung dari terputusnya aliran listrik utama ke sejumlah infrastruktur pemancar (base transceiver station/BTS).

Baca selengkapnya di sini

 

 
 
 
 
 
 

3. Lawan Ransomware Era AI, Perusahaan Indonesia Diimbau Pisahkan Backup Data

Pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor industri tidak hanya mengubah lanskap efisiensi kerja, tetapi juga mendefinisikan ulang peta ancaman keamanan siber.

Di tengah gelombang transformasi digital ini, banyak perusahaan di Indonesia yang masih terjebak pada persepsi lama, di mana menganggap ketersediaan cadangan data (backup) sudah cukup untuk menjamin keberlangsungan operasional bisnis saat diserang peretas.

Realitas di lapangan menunjukkan ancaman siber, terutama ransomware canggih berbasis AI, kini langsung menyasar dan melumpuhkan sistem backup utama terlebih dahulu. Dampaknya, ketika infrastruktur primer terserang, sistem pemulihan ikut terkunci, mengakibatkan kelumpuhan operasional total dan potensi kebocoran data sensitif yang masif.

“AI semakin banyak digunakan dalam operasional bisnis, mulai dari pengelolaan data hingga kolaborasi tim,” ujar Country Manager Synology Indonesia, Clara Hsu, dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Namun, ia menambahkan, penerapan AI perlu didukung infrastruktur yang mampu mengimbangi pertumbuhan data, sistem perlindungan yang andal, serta teknologi yang benar-benar membantu meningkatkan produktivitas perusahaan.

Baca selengkapnya di sini