:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487945/original/005053400_1769685781-965503f9-fdff-4051-a6b2-26463a45352f.jpeg)
- HOME
- News
- Bisnis
- Enam Plus
- Bola
- TV
- ShowBiz
- Otomotif
- Foto
- Hot
- Cek Fakta
- LAINNYA
-
IslamiBerita & Kajian Islami: Hukum, Amalan, dan Hikmah - Liputan6
-
SahamBerita Saham, Investasi, Pasar Modal Dunia Dan Indonesia
-
CryptoBerita Crypto Hari Ini
-
Citizen6Berita Citizen6 - Media Jurnalisme Warga Khas Liputan6.com
-
RegionalBerita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru
-
TeknoBerita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia
-
OpiniOpini Liputan6: Analisis Mendalam, Sudut Pandang dan Perspektif Baru
-
DisabilitasDisabilitas Berita Terkini, Berita Hari Ini, Berita Harian, Berita Terbaru, Kumpulan Artikel
-
GlobalBerita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6
-
On OffOn Off Liputan6: Sinopsis Film, Jadwal Olahraga & Berita Bisnis Digital
-
SurabayaBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini di Surabaya dan Sekitarnya
-
LifestyleBerita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner
-
HealthKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Seks, Diet, Herbal Terbaik
-
EnglishExploring Knowledge, Taste, and Innovation - en.Liputan6.com
-
FeedsFeeds Liputan6: Kumpulan Tips Praktis & Berita Terbaru Harian
-
OtosiaOtosia
- SpotlightBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com
- BeritaBerita hari ini Politik, Hukum, Dunia International
- KesehatanKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Relationship, Diet, Herbal Terbaik
- SportBerita Bola Terkini, Jadwal Pertandingan, Klasemen, Hasil Liga
Cek Fakta -
Topik Terkait
Tragedi pesawat jatuh merupakan peristiwa yang selalu menyisakan duka mendalam dan menjadi perhatian serius di sektor penerbangan Indonesia. Setiap insiden memicu investigasi mendalam untuk mengidentifikasi penyebab, memahami dampak, serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Salah satu insiden terbaru yang menjadi sorotan adalah jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) pada 17 Januari 2026 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, yang menewaskan seluruh awak dan penumpang.
Faktor Utama Kecelakaan Pesawat
- Faktor Manusia: Kesalahan pilot, kru, atau pengontrol lalu lintas udara.
- Faktor Teknis: Kerusakan mesin, sistem navigasi, atau komponen pesawat lainnya.
- Faktor Lingkungan: Cuaca buruk, medan pegunungan, atau kondisi geografis yang menantang.
- Faktor Eksternal: Tabrakan dengan objek lain atau gangguan eksternal yang tidak terduga.
Investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pihak terkait sangat krusial untuk mengungkap detail penyebab dan memberikan rekomendasi perbaikan demi keselamatan penerbangan di Indonesia.
Kronologi Kecelakaan Pesawat Jatuh
Pesawat ATR 42-500 PK THT hilang kontak pada 17 Januari 2026 setelah berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar, menabrak Gunung Bulusaraung, dan kotak hitamnya ditemukan pada 21 Januari 2026.
Kronologi kecelakaan pesawat sangat penting untuk dipahami guna merekonstruksi kejadian dan mengidentifikasi titik kritis yang menyebabkan insiden. Kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Sulawesi Selatan pada Januari 2026 memiliki urutan peristiwa yang telah diungkap oleh pihak berwenang.
Pesawat dengan registrasi PK THT ini disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan membawa 10 orang. Perjalanan yang seharusnya rutin berubah menjadi tragedi setelah pesawat hilang kontak dan ditemukan serpihannya di area pegunungan.
Urutan Kejadian Kecelakaan ATR 42-500
Sabtu, 17 Januari 2026, 08.08 WIB: Pesawat ATR 42-500 (PK THT) berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar.
Manifest Penumpang: 10 orang (7 awak pesawat, 3 penumpang dari KKP).
Sabtu, 17 Januari 2026 (siang): Pesawat hilang kontak dan diduga menabrak lereng Gunung Bulusaraung di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Minggu, 18 Januari 2026: Serpihan pesawat dan satu korban ditemukan. Tim DVI mulai mengambil sampel DNA keluarga korban.
Rabu, 21 Januari 2026, 11.00 WITA: Tim SAR gabungan menemukan kotak hitam (Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder) setelah lima hari pencarian di medan terjal Pegunungan Bulusaraung, Pangkep.
Dugaan KNKT: Indikasi awal menunjukkan pilot masih melakukan kontrol terhadap pesawat, namun pesawat tidak berada dalam kendali penuh saat insiden terjadi.
Penemuan kotak hitam menjadi momen penting dalam investigasi, karena data yang terkandung di dalamnya akan memberikan detail akurat mengenai parameter penerbangan dan percakapan kokpit sesaat sebelum kecelakaan, melengkapi kronologi yang telah ada.
Penyebab Kecelakaan Pesawat
Penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pangkep diduga kuat karena Controlled Flight Into Terrain (CFIT) setelah menabrak lereng gunung, dengan data kotak hitam menjadi kunci investigasi.
Penyebab kecelakaan pesawat terbang seringkali kompleks, namun dalam kasus jatuhnya pesawat ATR 42-500 di pegunungan Pangkep, Sulawesi Selatan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengidentifikasi dugaan awal sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT).
CFIT terjadi ketika pesawat yang sepenuhnya berfungsi dan berada di bawah kendali pilot secara tidak sengaja menabrak daratan, gunung, atau rintangan lain. Dalam insiden ATR 42-500, pesawat menabrak lereng gunung Bulusaraung hingga pecah berhamburan.
Faktor Kunci dalam Penentuan Penyebab
Controlled Flight Into Terrain (CFIT): Pesawat menabrak lereng gunung meskipun pilot masih melakukan kontrol awal.
Black Box: Penemuan Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) pada 21 Januari 2026 menjadi langkah krusial untuk mengungkap penyebab pasti.
Indikasi Awal KNKT: Pilot masih berupaya mengendalikan pesawat, namun tidak dalam kendali penuh saat mendekati lereng gunung.
Data dari kotak hitam sangat vital untuk menganalisis parameter penerbangan dan percakapan di kokpit, yang akan memberikan gambaran lengkap mengenai detik-detik sebelum kecelakaan dan membantu KNKT merumuskan kesimpulan akhir penyebab insiden tersebut.
Daftar Korban Pesawat ATR Jatuh
Identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung dilakukan oleh tim DVI Polda Sulawesi Selatan yang membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk mengidentifikasi tujuh korban dari sepuluh total korban.
Proses identifikasi korban kecelakaan pesawat merupakan tahapan krusial yang melibatkan tim Disaster Victim Identification (DVI). Dalam kasus jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, tim DVI Polda Sulawesi Selatan membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk mengidentifikasi korban.
Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dengan registrasi PK-THT, rute Yogyakarta–Makassar, dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, pukul 13.17 WITA. Pesawat tersebut membawa delapan kru dan dua penumpang, sehingga total ada 10 orang di dalamnya.
Proses Identifikasi Korban Kecelakaan ATR 42-500
| Tahapan | Detail | Tanggal/Informasi |
|---|---|---|
| Pengumpulan Data Antemortem | Data sidik jari, gigi, dan DNA dari keluarga korban (orang tua/saudara kandung). | Hingga 19 Januari 2026, data 8 keluarga korban terkumpul. |
| Penemuan Korban | Tim SAR gabungan menemukan korban di lokasi kejadian. | Dua korban pertama ditemukan pada 19 Januari 2026. |
| Penyerahan Jenazah | Jenazah diserahkan kepada tim DVI untuk identifikasi lebih lanjut. | Tujuh kantong jenazah diserahkan pada 23 Januari 2026. |
| Waktu Identifikasi | Tim DVI membutuhkan waktu untuk mencocokkan data antemortem dengan postmortem. | Diperkirakan satu pekan untuk 7 korban. |
Tim DVI bekerja secara teliti untuk memastikan identitas setiap korban, yang merupakan proses penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga yang berduka. Seluruh korban pesawat ATR 42-500 akhirnya ditemukan dan dievakuasi, termasuk jenazah Kapten Andy Dahanto.
Berita Terkini Pesawat ATR 42-500 Jatuh
Berita terkini mencakup penemuan korban pesawat ATR 42-500, penutupan jalur pendakian Gunung Bulusaraung, dan insiden pesawat Smart Air di Nabire.
Berita terkini seputar insiden pesawat jatuh terus menjadi perhatian publik, dengan perkembangan dari berbagai lokasi kejadian dan upaya penanganan.
Perkembangan Terkini Kecelakaan Pesawat
Penemuan Korban ATR 42-500: Hingga 22 Januari 2026, Basarnas Makassar melaporkan bahwa sembilan dari total 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung telah berhasil ditemukan, menyisakan satu korban yang masih dalam pencarian. Tim SAR menemukan enam kantong berisi bagian tubuh korban di lokasi.
Penutupan Jalur Pendakian Gunung Bulusaraung: Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) masih menutup jalur pendakian Gunung Bulusaraung pasca-kecelakaan ATR 42-500. Penutupan ini dilakukan untuk pemulihan kawasan dan pembersihan sampah setelah operasi SAR.
Insiden Pesawat Smart Air di Nabire: Pada 27 Januari 2026, pesawat Smart Air jenis caravan PK-SNS yang membawa 15 penumpang dan kru dikabarkan jatuh di Perairan Nabire, Papua. Seluruh penumpang dan kru dilaporkan selamat dalam insiden ini.
Perkembangan ini menunjukkan upaya berkelanjutan dalam penanganan insiden pesawat jatuh, baik dalam pencarian korban maupun investigasi penyebab, serta insiden baru yang memerlukan respons cepat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476549/original/066831900_1768790747-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475996/original/072661200_1768704936-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5477266/original/078611800_1768813871-260119-tni-ad-lanjutkan-operasi-sar-pesawat-atr-42-500-di-bulusaraung-terjang-medan-ekstrem-4e98f7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5476567/original/011671800_1768791147-knkt-buka-fakta-awal-atr-42-500-singgung-soal-kontrol-pesawat-265f8e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476072/original/065129500_1768710117-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_11.02.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459590/original/009550100_1767166234-1000025196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479924/original/058776200_1768996184-black_box_pesawat_ATR_42-500_berhasil_ditemukan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476140/original/098351200_1768713380-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475739/original/049307300_1768645210-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_16.46.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477397/original/082131700_1768819334-127795.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482412/original/027888600_1769184876-151631.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477032/original/082753400_1768806624-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_10.44.42.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483061/original/075787800_1769323027-Screenshot_2026-01-25_131321.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484235/original/065666200_1769417089-165800.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484235/original/065666200_1769417089-165800.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/787627/original/014796600_1419916102-ilustrasi-kecelakaan-pesawat-2-141230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483218/original/013472700_1769344943-unnamed__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483061/original/075787800_1769323027-Screenshot_2026-01-25_131321.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481384/original/056287400_1769093956-147763.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482412/original/027888600_1769184876-151631.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482100/original/068329100_1769159654-151700.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477032/original/082753400_1768806624-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_10.44.42.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480776/original/049848600_1769067150-144798.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480047/original/083448500_1769011227-141553.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478933/original/079657200_1768961772-Ketua_KNKT__Soerjanto_Tjahjono.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479971/original/038425800_1769001303-137248.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479924/original/058776200_1768996184-black_box_pesawat_ATR_42-500_berhasil_ditemukan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478934/original/058923300_1768961802-Ketua_KNKT__Soerjanto_Tjahjono-21_Januari_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478821/original/068208000_1768930539-135045.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478756/original/019808200_1768921616-134720.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5436477/original/058129400_1765175272-Menteri_Perhubungan_Dudy_Purwagandhi-8_Desember_2025a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459590/original/009550100_1767166234-1000025196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478685/original/093302100_1768911209-133906.jpg)