Legislator Gerindra Gelar Turnamen Padel untuk Jaring Atlet Muda

Ia menilai padel berpotensi menjadi olahraga masyarakat.

Diterbitkan 04 Juli 2026, 16:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade kembali menggelar Rosiade Padel Tournament Seri 2 di Crown Padel, kawasan Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (4/7).

Turnamen kali ini mempertandingkan kategori Upper Beginner, Beginner, Bronze, Lower Bronze, dan U-12. Jumlah peserta Seri 2 lebih banyak dibandingkan seri sebelumnya karena adanya penambahan kategori dan kelompok umur.

"Memang kalau dulu hanya Beginner dan Upper Beginner. Sekarang ditambah Lower Bronze dan kelompok umur U-12. Jadi kategorinya lebih banyak," kata Andre kepada wartawan, Sabtu (4/7).

Menurut Andre, turnamen ini digelar salah satunya untuk mendukung Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) dalam menyiapkan bibit-bibit atlet padel menuju ajang internasasional, yakni Asian Games pada Agustus mendatang.

Ia menargetkan turnamen khusus junior digelar pada Agustus 2026 bekerja sama dengan PBPI. Kategori yang akan dipertandingkan meliputi U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, hingga U-18.

"Insya Allah Agustus, kami bekerja sama dengan PBPI akan melaksanakan Rosiade Padel Tournament lagi, tapi khusus junior. Turnamen Agustus nanti dipakai PBPI untuk seleksi akhir kelompok umur menuju pertandingan Asia-Pasifik," tutur Legislator Gerindra tersebut.

Adapun seleksi terakhir rencananya berlangsung selama dua hari di Crown Padel.

"Dari U-10 mungkin. Kalau bisa U-8 kita bikin. Jadi U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18," katanya.

Andre mencatat antusiasme peserta meningkat signifikan. Total 1.100 orang mendaftar, namun hanya 260 peserta yang diterima karena keterbatasan slot dan durasi penyelenggaraan yang hanya satu hari.

"Pendaftarannya gratis. Ada sarapan pagi gratis, makan siang gratis, MCU gratis dari EKA Hospital, voucher umrah, dan hadiah uang tunai. Juara 1 Rp 10 juta, juara 2 Rp 7,5 juta, juara 3 Rp 5 juta," jelas Andre.

Andre menilai padel berpotensi menjadi olahraga masyarakat. Faktor pendorongnya adalah bertambahnya jumlah lapangan serta semakin terjangkaunya harga sewa.

"Dulu lapangan padel terbatas dan mahal. Sekarang sudah menjamur, harganya semakin lama semakin murah, mendekati harga sewa lapangan bulu tangkis," ujarnya.

Andre berharap dalam satu hingga dua tahun ke depan lapangan padel tersedia di seluruh wilayah Indonesia.

"Kalau sekarang sudah jadi olahraga keluarga. Dari kakek, nenek, orang tua, sampai cucu bisa bermain bersama saat akhir pekan," katanya.