Sukses

Upaya Lestarikan Ragam Kuliner Jatim dengan Banyuwangi Culinary Festival

Liputan6.com, Banyuwangi - Beragam kuliner dari berbagai daerah di Jatim disajikan secara menarik dalam Banyuwangi Culinary Festival di halaman Hotel Aston Banyuwangi.

Mulai makanan khas Banyuwangi sendiri seperti ayam kesrut, rujak soto, dan sego cawuk, hingga nasi baronan Bojonegoro, Lontong Kikil Surabaya, Tahu Campur Lamongan, Nasi Krawu Gresik, hingga Ayam Lodho Tulungagung.

Ada 11 chef yang berlomba menyajikan aneka masakan warisan khas warga Jawa Timur tersebut. Para chef yang berlomba dipilih dari yang terbaik dari 11 hotel di bawah naungan Archipelago Internasional, sebuah operator hotel terbesar di Asia Tenggara yang memiliki lebih dari 150 properti di Indonesia maupun sejumlah negara lainnya.

“Ini bagian dari upaya mempromosikan kuliner nusantara khususnya kuliner Jawa Timur termasuk Banyuwangi. Sekaligus mendukung pengembangan pariwisata Banyuwangi,” kata Sari Kusumaningrum, Director Corporate Communication and Public Relation Archipelago Internasional, Selasa (6/12/2022).

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Banyuwangi Culinary Festival  bisa mendukung pelestarian kearifan lokal, khususnya sektor kuliner.

“Kuliner lokal merupakan bagian identitas daerah. Keotentikannya harus terus kita jaga, salah satunya lewat kegiatan semacam ini,” kata Ipuk.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Angkat Pamor Kuliner Lokal

Banyuwangi sendiri, kata Ipuk, juga rutin menggelar berbagai kegiatan untuk mengangkat pamor kuliner lokal. Di antaranya Festival Banyuwangi Kuliner yang rutin digelar setiap tahun dengan konsisten mengangkat ragam masakan khas Banyuwangi.

Melibatkan pihak perhotelan sebagai trainer, kegiatan ini diikuti pelaku usaha kuliner mulai pemilik warung, pengusaha cafe dan restoran. Mereka diedukasi bagaimana menyajikan hidangan yang lezat, higienis, dengan penampilan dan packaging yang menarik.

“Ini bagian dari mendorong UMKM naik kelas sehingga akan berdampak pada penjualan mereka juga,” ujar Ipuk.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS