Sukses

Bandara Banyuwangi Aman dari Paparan Erupsi Semeru

Liputan6.com, Banyuwangi Otoritas Bandara Banyuwangi memastikan tidak terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Lumajang.

Eksekutif General Manager Angka Pura II Cabang Bandara Banyuwangi Indra Gunawan mengatakan, hasil pemeriksaan petugas Senin (5/12/2022), bandara Banyuwangi aman dari paparan abu vulkanik Gunung Semeru.

"Kita nyatakan Bandara Banyuwangi Aman,”ujar Indra Gunawan, Senin (5/12/2022) kepada Liputan6.com

Kata Indra, untuk aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi, berjalan normal seperti biasa. Pesawat datang sesuai jadwal yang ditentukan dan berjalan lancar.

“Hari ini ada dua penerbangan rute Jakarta- Banyuwangi PP, yang dilakukan oleh dua maskapai yaitu Citilink dan Batik Air. Semunya sesuai dengan jadwal,” kata Indra.

Indra Menambahkan, pihaknya juga tidak menerima Peringatan ASHTAM dari Airnav Indonesia yang berhubungan dengan erupsi  Gunung Semeru. Airnav Indonesia hanya mengeluarkan  informasi arah angin.

“Airnav Indonesia hanya mengeluarkan informasi arah angin saja untuk Bandara Banyuwangi,” kata Indra.

Meski tidak terdampak APG Gunung Semeru, kata Indra, pihaknya akan tetap melakukan pemeriksaan di sekitar Bandara Banyuwangi, untuk mengetahui kondisi Bandara terutama Runwey atau landasan pacu.

“Setiap hari akan tetap kita periksa di sekitar Bandara Banyuwangi, terutama di Runwey untuk mengetahui apa seteril atau tidaknya,”pungkasnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Jarak Luncur APG 7 Km

Seperti diinformasikan sebelumnya, Gunungapi Semeru kembali muntahkan Awan Panas Guguran (APG) pada hari Minggu (4/12/2022) sejak pukul 02.46 WIB, dengan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan setinggi kurang lebih 1.500 meter di atas puncak. Aktivitas erupsi Gunungapi Semeru itu terekam di seismograf dengan aplitudo maksimum 35 mm dan durasi 0 detik.

Menurut Kementerian ESDM, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sumber awan panas guguran itu berasal dari tumpukan di ujung lidah lava yang berada sekitar 800 meter dari puncak atau Kawah Jonggring Seloko.

Berdasarkan pantauan CCTV Semeru, fenomena APG terus berlangsung hingga pagi ini pukul 07.42 WIB dengan jarak luncur bervariasi antara 5 sampai 7 km.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS