Sukses

Pemkot Surabaya Dapat Guyuran Dana Rp10 M dari Pemprov Jatim, untuk Apa?

Liputan6.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada 2023 mendapat bantuan keuangan Rp10 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

"Kami akan segera pikirkan (penggunaannya)," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, di Surabaya, Selasa (15/11/2022).

Bantuan tersebut diketahui saat Eri Cahyadi usai menerima penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan yang diserahkan langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Isyana Ballroom Hotel Bumi, Kota Surabaya, Senin (14/11/2022).

Terkait Kota Surabaya mendapatkan opini WTP sepuluh kali berturut-turut, Cak Eri panggilan lekatnya mendedikasikan untuk seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya.

Untuk mempertahankan capaian tersebut, Eri berharap semua ASN di lingkungan Pemkot Surabaya bisa melaksanakan administrasi secara transparan untuk mempertanggungjawabkan semua anggaran yang akan dikeluarkan.

"Harus memulai semuanya dari kelurahan sampai dengan di Perangkat Daerah (PD), sehingga transparansi itu akan terwujud dan pertanggungjawaban juga benar. Sehingga, anggaran (APBD 2023) yang disahkan pada peringatan Hari Pahlawan 10 November lebih bermanfaat bagi masyarakat Surabaya," kata dia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Prioritas UMKM

Eri sebelumnya mengatakan 40 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Surabaya 2023 sebesar Rp11,2 triliun yang disahkan bertepatan peringatan Hari Pahlawan diprioritaskan untuk UMKM.

"Ini saatnya kita bangkit bersama karena APBD Rp11,2 triliun lebih ini cukup besar. Nanti, insya Allah 40 persennya akan dikerjakan oleh UMKM (usaha mikro kecil menengah) Surabaya," kata Cak Eri.

Menurut dia, 40 persen itu dilakukan melalui program padat karya. Saat ini yang sudah berjalan dan sudah menuai hasil adalah program padat karya paving, yang mana warga golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah mendapatkan penghasilan sebesar Rp6 juta per bulan. Kemudian program padat karya jahit sudah mendapatkan penghasilan Rp4 juta per bulan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS