Aurora Ribero Rasakan Tekanan Anak Muda Lewat Film 'Lagi Probation'

Aurora Ribero sebut karakter Bintang memberinya perspektif baru mengenai tekanan yang dihadapi generasi muda & pentingnya kesehatan mental.

Diterbitkan 06 November 2026, 10:51 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aurora Ribero kembali menunjukkan kemampuan aktingnya lewat film terbaru berjudul Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?. Dalam film produksi BASE Entertainment tersebut, Aurora memerankan karakter Bintang, seorang anak sulung yang harus menanggung beban ekonomi keluarga sekaligus berusaha memenuhi ekspektasi orang-orang di sekitarnya.

Film yang disutradarai Archie Hekagery ini mengangkat realitas kehidupan anak muda ketika memasuki dunia kerja. Ceritanya berpusat pada enam calon karyawan yang harus menjalani masa probation dan bersaing untuk mendapatkan satu posisi karyawan tetap. Persaingan tersebut menjadi gambaran tekanan yang kerap dialami para pencari kerja saat ini.

Ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (5/11), Aurora mengungkapkan bahwa karakter Bintang memberinya perspektif baru mengenai tekanan yang dihadapi generasi muda. Menurutnya, tuntutan untuk segera sukses sering kali membuat seseorang lupa memperhatikan kondisi dirinya sendiri.

Tekanan Besar yang Dirasakan Anak Muda

Aurora menilai persoalan yang dialami Bintang cukup dekat dengan kehidupan banyak orang. Terlebih, karakter tersebut harus menghadapi tanggung jawab keluarga di tengah perjuangannya membangun karier. Kondisi itu membuat Bintang tidak hanya berjuang untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga berusaha membuktikan bahwa dirinya mampu memenuhi harapan orang lain.

"Memerankan Bintang membuat saya sadar betapa besarnya pressure anak muda masa kini yang merasa harus cepat sukses. Tekanan terbesar justru sering datang dari diri mereka sendiri. Lewat Bintang, saya ingin menyampaikan bahwa tidak apa-apa untuk berjuang, tapi juga harus ingat dengan diri sendiri dan kesehatan mental tetap harus nomor satu," ujar Aurora Ribero.

Pesan Harapan dari Sebuah Kegagalan

Sementara itu, produser Shanty Harmayn melihat film ini bukan sekadar cerita tentang persaingan mendapatkan pekerjaan. Di balik kompetisi enam calon karyawan, terdapat sisi kemanusiaan yang ingin diperlihatkan melalui perjalanan masing-masing karakter. Ia berharap penonton bisa melihat bahwa kegagalan maupun penolakan bukan akhir dari perjalanan seseorang.

"Meskipun di film ini digambarkan ada enam calon karyawan yang saling bersaing, kami ingin menyoroti sisi humanis dari masing-masing pekerja. Kegagalan atau penolakan di dunia kerja bukanlah akhir dari segalanya. Terkadang, rejection is redirection. Film ini adalah pesan harapan bagi siapapun yang sedang lelah berjuang di tengah beban ekonomi saat ini," ujar Shanty Harmayn.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Penulis buku Lagi Probation, Samuel Ray, juga berharap film tersebut dapat memberikan pemahaman lebih luas kepada para pencari kerja, khususnya lulusan baru yang baru memasuki dunia profesional. Menurutnya, masa probation menjadi fase penting yang perlu dipahami agar pekerja mengenali hak serta nilai dirinya. "Di dunia nyata, masa probation seringkali membingungkan. Lewat film ini, saya harap teman-teman fresh graduate lebih melek terhadap hak-hak mereka sebagai pekerja dan menghargai value diri mereka, dan tetap mengedepankan empati sebagai manusia," ujar Samuel Ray.

Halaman
Show All
Matias Purwanto, Umar Syarifuddien SjadjaahTim Redaksi
Copy Link
Batalkan