Avenged Sevenfold Guncang JIS, dari Kejutan 'M.I.A.' hingga Nostalgia Berjamaah Lewat 'Dear God'

Avenged Sevenfold mengguncang JIS dengan setlist penuh nostalgia, kejutan “M.I.A.” dan “Gunslinger”, serta janji menjelajahi kota lain di Indonesia.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 15:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Konser Avenged Sevenfold (A7X) di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (10/10/2026), sukses menjadi malam penuh nostalgia dan kejutan bagi para Deathbat, sebutan untuk penggemar band metal asal Amerika Serikat tersebut. Dibuka dengan penampilan St. Loco dan Isyana Sarasvati, konser ini langsung memanaskan suasana sebelum M. Shadows dan kawan-kawan menghentak panggung lewat lagu “Nightmare”.

Sejak intro lagu pembuka terdengar, teriakan penonton langsung menggema di seluruh stadion. A7X kemudian membawa penggemar menyusuri berbagai era perjalanan musik mereka, mulai dari lagu-lagu berenergi tinggi seperti “Afterlife” dan “Shepherd of Fire” hingga nomor yang mengundang kenangan seperti “So Far Away” dan “Dear God”.

Bukan cuma soal musik, konser kali ini juga diwarnai interaksi seru antara M. Shadows dan penonton. Mulai dari membicarakan kemungkinan tur ke kota-kota lain di Indonesia hingga membantu seorang penggemar mengumumkan jenis kelamin calon buah hatinya, ada banyak momen tak terduga yang membuat malam tersebut semakin berkesan.

 

M. Shadows Ingin A7X Konser di Kota Lain, Bukan Cuma Jakarta

Salah satu momen menarik terjadi ketika sang vokalis, M. Shadows, menyapa ribuan Deathbat yang memadati JIS. Ia mengungkapkan keinginan agar Avenged Sevenfold bisa kembali ke Indonesia dan tampil di lebih banyak kota, bukan hanya Jakarta.

“Kami sempat membicarakan ini, kami berpikir seharusnya kami pergi ke lebih banyak kota, bukan hanya Jakarta, dan bermain di berbagai tempat di Indonesia. Kami harus ke mana selanjutnya? Yogyakarta? Bali? Kalian tahu, aku ingin berselancar,” ujar M. Shadows kepada penonton.

Pernyataan tersebut langsung disambut riuh oleh para penggemar. Nama Yogyakarta, Surabaya, Bandung, hingga Bali ramai diteriakkan dari berbagai sudut stadion, seolah menjadi usulan langsung kepada A7X untuk memperluas perjalanan konser mereka di Indonesia.

Interaksi lainnya yang tak kalah unik adalah ketika M. Shadows membacakan pengumuman gender reveal milik salah satu penonton dari atas panggung. Di tengah dentuman musik keras dan atmosfer konser metal, momen personal tersebut menghadirkan suasana hangat sekaligus memperlihatkan kedekatan sang vokalis dengan para penggemarnya.

 

“So Far Away” untuk The Rev, “M.I.A.” dan “Gunslinger” Jadi Kejutan

Dari sisi setlist, Avenged Sevenfold menyiapkan rangkaian lagu yang memadukan nomor andalan mereka dengan pilihan yang terasa spesial bagi Deathbat Indonesia. Setelah membuka pertunjukan dengan “Nightmare”, A7X melanjutkan aksi mereka lewat “Magic”, “Afterlife”, “Shepherd of Fire”, dan “Buried Alive”.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Suasana kemudian terasa lebih emosional ketika band membawakan “So Far Away”, lagu yang dipersembahkan untuk mengenang mendiang James Owen Sullivan atau yang lebih dikenal sebagai The Rev, mantan drummer Avenged Sevenfold. Momen ini menjadi pengingat akan sosok penting yang meninggalkan jejak besar dalam perjalanan band tersebut. Kejutan berikutnya datang lewat “M.I.A.” dan “Gunslinger”. Kedua lagu ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para penggemar di Jakarta, menambah kesan spesial pada setlist malam itu. A7X kemudian kembali membakar semangat penonton melalui “Nobody”, “Hail to the King”, dan “Bat Country”. Sementara itu, “Unholy Confessions” tampil semakin bertenaga dengan bagian penutup berupa solo drum yang menambah intensitas pertunjukan. Nostalgia mencapai puncaknya ketika A7X memainkan “A Little Piece of Heaven” dan “Dear God”. Bagi banyak Deathbat Indonesia, kedua lagu tersebut erat kaitannya dengan masa-masa mendengarkan musik lewat komputer di warnet, mengenal A7X bersama teman-teman, hingga mengulang lagu favorit berkali-kali. Tak heran jika penampilan dua lagu ini terasa seperti perjalanan kembali ke era yang menyimpan banyak kenangan.  

Halaman
Show All
Guntur MerdekawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan