Review Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Eksorsisme dan Teror Kutukan Berbalut Drama

Bila dibandingkan dengan film pertama, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan sisi drama yang jauh lebih kental.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 16:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meski begitu, aspek drama ini tak membuatnya terpisah dengan elemen horor. Justru sebaliknya, problematika yang dihadapi masing-masing karakter bertalian dengan kengerian yang mereka hadapi.

Performa Venly Arauna

Di antara nama-nama aktor dan aktris Kuasa Gelap yang telah malang melintang di dunia akting, terselip nama Venly Arauna sebagai Daniel. Ia memang selama ini lebih banyak tampil di sinetron dan web series, dan sebelumnya baru tampil di film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?.

Meski begitu, perannya di Kuasa Gelap punya tantangan yang tak kaleng-kaleng. Sebagai karakter yang dirasuki iblis dengan segala tipu dayanya, di bagian film awal ia mesti tampil mendominasi di hadapan Lukman Sardi, aktor dengan pengalaman jauh lebih banyak darinya. Ia juga mesti melafalkan dialog berbahasa Latin, seakan itu adalah bahasa ibu yang biasa diucapkan sang iblis. Belum lagi ia mesti menghadirkan gestur non-manusiawi untuk menghadirkan sang kuasa gelap ke atas layar. 

Dan ini semua, dieksekusi dengan baik oleh Venly. Performanya, menjadi salah satu poin terkuat dari film ini. Bila Venly mampu mempertahankan momentum dan kualitas akting, tak mustahil rasanya namanya akan meroket sebagai bintang baru di layar lebar. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan