Ria Ricis Batalkan Naik Helikopter di Bali, Sebut Staf Judes

Selebgram dan youtuber Ria Ricis mengungkapkan pengalamannya batal naik helikopter karena pelayanan staf yang judes. Baca di sini yuk...

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 13:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Video Ricis kemudian menyebar luas di media sosial dan memunculkan beragam reaksi dari netizen.

Pihak Helikopter Minta Maaf

Pihak helikopter pun memberikan respons setelah pengalaman Ricis ramai menjadi perbincangan. Melalui pernyataan di media sosial, manajemen menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

Mereka mengakui memang sebelumnya telah memiliki kesepakatan dengan Ricis. Pihak manajemen juga menyayangkan pengalaman kurang menyenangkan yang dialami salah satu tamunya. "Kami sungguh minta maaf atas pengalaman tidak menyenangkan yang dialami salah satu tamu kami di Fly Bali Heliport," tulis manajemen perusahaan tersebut.

Dalam klarifikasinya, pihak helikopter menjelaskan bahwa kondisi heliport saat kejadian sedang cukup ramai. Mereka juga menyebut hanya ada satu pilot yang bertugas pada saat itu. Menurut pihak manajemen, pilot lainnya sedang membantu penanganan kebakaran hutan di Kalimantan sehingga tidak dapat ditugaskan untuk penerbangan tersebut.

Akui Cara Penyampaian Informasi Kurang Baik

Ketika penerbangan mengalami penundaan, pilot yang bertugas disebut sedang menunaikan salat Zuhur. Staf kemudian harus menjelaskan mengenai keterlambatan sekaligus memberikan informasi terkait sesi foto dan pengarahan keselamatan sebelum penerbangan.

Pihak perusahaan mengakui cara penyampaian informasi tersebut kemungkinan membuat Ricis merasa tidak nyaman. "Kami memahami cara menjelaskan keterlambatan itu mungkin kurang baik sehingga tamu merasa tidak nyaman dan memilih tidak melanjutkan penerbangan," jelas manajemen.

Mereka juga menyebut Ricis langsung meninggalkan heliport sehingga pihaknya tidak sempat berbicara lebih lanjut atau menawarkan bantuan terkait pengalaman yang dirasakan sang YouTuber. Menanggapi sorotan mengenai dugaan perbedaan perlakuan, pihak perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kebijakan untuk membedakan pelayanan berdasarkan asal wisatawan. Manajemen menyatakan wisatawan lokal maupun asing seharusnya mendapatkan sambutan dan pelayanan yang sama.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wulan Noviarina AnggrainiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan