Cerita Fedi Nuril Rela Jadi Kiper Tarkam, Sempat Cedera demi Film 'BAPAKMU KIPER'

Fedi Nuril menyebut bahwa dirinya harus menjalani latihan khusus agar penampilannya terasa meyakinkan di layar lebar.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Kalau saya ini, jempol saya keplitek karena nahan tendangannya King Polo. Padahal sudah pakai sarung tangan dan dia nendangnya dari luar kotak penalti. Ketangkap sih, ketepis, orang-orang sorak kan 'wah gila Warto keren!', tapi begitu orang-orang sudah balik badan gitu, saya balik badan tuh saya baru kesakitan," ujarnya.

Cerita itu dibenarkan oleh Tanta Ginting yang juga bermain dalam film tersebut. Menurutnya, Fedi tetap bersikap profesional meski menahan rasa sakit selama kamera masih merekam adegan.

"Harusnya ada adegannya ntar. Cuma Masnya nggak dilihatin sakitnya. Tapi kepliteknya beneran, di belakang layar. Warto tuh jago. Jadi kalaupun memang sakit, Fedi Nuril beda lagi. Fedi Nuril begitu kamera cut, baru dia meraung kesakitan," tutur Tanta.

Harus Terus Jaga Kondisi Fisik

Selain latihan teknik, Fedi mengaku harus menjaga kondisi fisik selama proses produksi. Ia menjalani strength training dan rutin memanfaatkan fisioterapis agar tubuhnya tetap prima menjalani adegan-adegan yang cukup menguras tenaga.

"Sangat diperlukan. Pertama ya latihan untuk jadi kipernya, latihan teknik, terus apa, strength training untuk latihan otot supaya bisa tetap sehat, tetap bugar gitu. Cuma yang nyebelin saya tuh minta ada fisioterapis kan, cuma tiap hari fisioterapis saya dibajak Bang Tigor," katanya sambil tertawa.

Kisah Warto & Dino

Menutup perbincangan, Fedi berharap film tersebut bisa menjadi tontonan yang menghibur sekaligus memperkenalkan kultur sepak bola tarkam kepada masyarakat Indonesia.

"Yang menarik film ini paket lengkap ya. Buat pecinta sepak bola apalagi masih kebawa euforia Piala Dunia nih, ini tontonan yang tepat. Kalau mau nyari komedi buat ketawa-ketawa, di sini juga kental banget. Dan kalau mau mencari yang menyentuh, di sini juga ada karena ini drama keluarga tentang hubungan ayah dan anak. Jadi ada tiga elemen-elemen yang penting dalam film ini yang insyaallah kalau teman-teman nanti di bioskop dapat semua," harapnya.

Bapakmu Kiper sendiri mengangkat kisah Warto, mantan pemain tarkam yang berusaha memperbaiki hubungannya dengan sang putra, Dino. Film ini memadukan drama keluarga, komedi, sekaligus atmosfer khas sepak bola antarkampung yang selama ini belum banyak diangkat ke layar lebar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Umar Syarifuddien SjadjaahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan