Bambang Anak Meisya Siregar Nyaris Terseret Ombak di Bali, Sempat Menghilang

Meisya Siregar mengungkap pengalaman traumatis saat putra bungsunya, Bambang, nyaris terseret ombak ketika liburan di Bali.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 10:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Liburan keluarga Meisya Siregar dan Bebi Romeo di Bali yang semula dipenuhi momen bahagia ternyata menyimpan pengalaman traumatis. Putra bungsu mereka, Bambang, nyaris kehilangan nyawa setelah terseret ombak saat bermain di pantai.

Kisah tersebut diungkapkan Meisya melalui unggahan Instagram pada Minggu (19/7/2026). Ia membagikan video yang memperlihatkan detik-detik Bambang hampir terbawa ombak sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh seorang lifeguard lokal.

Meisya mengaku sempat tidak ingin membuka kembali rekaman kejadian tersebut karena masih merasa trauma. Namun, setelah selebgram Hamidah Rachmayanti lebih dulu membagikan kronologi insiden itu, ia merasa sudah waktunya berdamai sekaligus menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran bagi para orang tua.

"Sepenggal cerita di Bali ... yang cukup memukul buat kami. Tadinya ga mau buka2 videonya lagi, ga sanggup. Papa @bebi_romeo msh blm bs memaafkan dirinya sampe skrg krn merasa jd Ayah yg gagal. Tapi krn @hamidahrachmayanti & @defarhad udah duluan cerita, sptnya kami hrs berdamai, dan menjadikan pengalaman ini sbg pembelajaran," tulis Meisya.

Bambang Hilang Setelah Diterjang Ombak Besar

Meisya menceritakan bahwa sejak kecil Bambang sudah terbiasa bermain di pantai setiap kali keluarga mereka berlibur. Karena sudah sering bermain di laut, ia dan Bebi merasa cukup tenang ketika Bambang bermain bersama teman-teman barunya di Bali.

Namun, situasi berubah dalam hitungan detik ketika ombak besar datang menghantam bibir pantai. Saat itu, Meisya dan Bebi sedang duduk agak jauh dari lokasi anak-anak bermain.

"Hingga hari itu, hari ketika kami lengah. Kami duduk agak jauh dari bibir pantai. Membiarkan Bambang bermain bersama sahabatnya, tanpa benar-benar mengawasi setiap detiknya. Awalnya semua terlihat biasa. Anak-anak bermain, tertawa, menikmati ombak. Sampai tiba-tiba satu ombak besar datang, dan Bambang menghilang," ungkap Meisya.

Beruntung, salah seorang yang dikenalnya sedang menemani anak-anak bermain di pantai. Tak lama kemudian, seorang lifeguard lokal berhasil menyelamatkan Bambang dari terjangan ombak.

"Alhamdulillah, ada seseorang yang kami kenal ternyata menemani mereka bermain. Dan seorang lifeguard berhasil menyelamatkan Bambang. Bahkan kami tidak sempat mengetahui siapa yang pertama kali menolong dia," lanjutnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Setelah berhasil diselamatkan, Bambang sempat mengalami trauma dan meminta pulang ke Jakarta karena tidak ingin lagi bermain di pantai. Namun, keesokan harinya ia kembali mengajak sang ibu pergi ke pantai. "Setelah semuanya berlalu, Bambang sempat berkata, 'Bun aku mau pulang ke Jakarta, aku nggak mau ke pantai lagi.' Hati kami hancur mendengarnya. Tapi anak-anak memang luar biasa. Setelah sarapan, sorenya ia kembali berkata, 'Bun, aku mau ke pantai lagi.' Sementara kami mungkin tidak akan pernah bisa melihat pantai dengan cara yang sama," tuturnya. Meisya mengaku kejadian itu menjadi penyesalan terbesar dirinya dan sang suami. Menurutnya, hanya karena merasa aman selama beberapa menit, mereka hampir kehilangan anak yang sangat dicintai. Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini Bebi Romeo masih sulit memaafkan dirinya sendiri karena merasa gagal melindungi sang buah hati.

Halaman
Show All
Wulan Noviarina AnggrainiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan