Cinta Penelope, ternyata punya kisah pilu mengapa akhirnya memutuskan untuk menato tubuh indahnya. Â Banyaknya tato bukan semata-mata untuk menghiasi dan menambah keindahan tubuhnya. Namun hal itu dilakukan untuk keluarganya, terutama untuk kesehatan ibunda tercinta.
"Orang  tidak tahu, saya membuat tato ini adalah semata-mata untuk ibu saya yang sedang sakit. Saya jadi tulang punggung keluarga. Mama papa cerai, aku fight di Jakarta, jadi pembantu dan ngamen," ucap Cinta Penelope saat dijumpai dikawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Sakitnya sang ibu, membutuhkan uang yang cukup banyak untuk perawatan dan penyembuhannya di rumah sakit, dan memaksa Cinta mengambil jalur pintas dengan mengambil tawaran kontrak menjadi model tato, ketimbang harus menjual diri.
"Pada saat itu mamaku sakit dan membutuhkan uang sebnyak Rp 27 juta untuk masuk rumah sakit malam itu juga, dan saya ditawari dua pilihan. Yang pertama saya jadi model tato (dikontrak hampir Rp100 jutaan) atau yang terakhir adalah saya menjual diri saya," ungkapnya.
Cinta mengungkapkan, kalau dirinya sebenarnya sangat takut dengan jarum, namun untuk kesehatan sang ibu, Cinta rela tubuhnya ditusuk-tusuk oleh jarum tato.
"Saya pilih jadi model tato, walaupun saya takut jarum suntik. Saya langsung tandatangan kontrak itu, asalkan saya bisa masukkan ibu saya ke rumah sakit," tuturnya.
Untuk itu, dirinya tidak peduli dengan tanggapan orang lain yang menilai negatif dengan banyaknya tato yang menghiasi di tubuhnya. "Jadi orang di luar sana terserah mau bilang apa. Hanya saya dan Allah SWT yang tahu semuanya," tandasnya.(Pur/Adt)
"Orang  tidak tahu, saya membuat tato ini adalah semata-mata untuk ibu saya yang sedang sakit. Saya jadi tulang punggung keluarga. Mama papa cerai, aku fight di Jakarta, jadi pembantu dan ngamen," ucap Cinta Penelope saat dijumpai dikawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Sakitnya sang ibu, membutuhkan uang yang cukup banyak untuk perawatan dan penyembuhannya di rumah sakit, dan memaksa Cinta mengambil jalur pintas dengan mengambil tawaran kontrak menjadi model tato, ketimbang harus menjual diri.
"Pada saat itu mamaku sakit dan membutuhkan uang sebnyak Rp 27 juta untuk masuk rumah sakit malam itu juga, dan saya ditawari dua pilihan. Yang pertama saya jadi model tato (dikontrak hampir Rp100 jutaan) atau yang terakhir adalah saya menjual diri saya," ungkapnya.
Cinta mengungkapkan, kalau dirinya sebenarnya sangat takut dengan jarum, namun untuk kesehatan sang ibu, Cinta rela tubuhnya ditusuk-tusuk oleh jarum tato.
"Saya pilih jadi model tato, walaupun saya takut jarum suntik. Saya langsung tandatangan kontrak itu, asalkan saya bisa masukkan ibu saya ke rumah sakit," tuturnya.
Untuk itu, dirinya tidak peduli dengan tanggapan orang lain yang menilai negatif dengan banyaknya tato yang menghiasi di tubuhnya. "Jadi orang di luar sana terserah mau bilang apa. Hanya saya dan Allah SWT yang tahu semuanya," tandasnya.(Pur/Adt)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/10079/original/cinta-penelope-131021c.jpg)