6 Fakta Kiki Narendra Main Film Kuasa Gelap 2, Bahas Romo Wicaksana dan Ritual Pengusiran Setan

Memperkuat film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Kiki Narendra sebagai Romo Wicaksana meriset kehidupan gereja lewat diskusi bersama sejumlah pastor.

Diterbitkan 01 April 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Dalam film ini nanti dikisahkan, ada dua romo yang dikirim dari pusat untuk melakukan eksorsisme di daerah saya. Romo Wicaksana meminta agar eksorsisme dilakukan tanpa kegaduhan agar jemaat tidak waswas,” ia membocorkan.

 

3. Diingatkan Pastor Soal Masuknya Setan

Sebagai seorang Katolik, Kiki Narendra memahami liturgi sembahyang. Ia pun tahu, ada romo yang bertugas khusus melakukan eksorsisme karena diberi mandat langsung oleh Vatikan. Dipercaya memerankan romo Wicaksono, Kiki Narendra meriset beberapa pastur di Indonesia.

Ia mendapat pesan khusus dari seorang pastor. “Pastor yang mendapat tugas khusus dari Vatikan biasanya dirahasiakan. Selama riset dan diskusi, pastor mengingatkan saya banyak berdoa karena kita tak pernah tahu setan bakal masuk lewat celah yang mana,” ujar Kiki Narendra.

 

4. Jakarta dan Cirebon

Kiki Narendra menjelaskan, syuting film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah di Jakarta dan Cirebon bareng Rizal Mantovani. Yang khas dari gaya penyutradaraan Rizal Mantovani, yakni memercayakan penokohan pada tiap aktor yang terpilih.

“Tapi, jelang syuting memang ada diskusi khusus terkait look atau penampilan Romo Wicaksana. Dia minta saya tampil clean. Enggak berewok,” bintang film KKN di Desa Penari dan 1 Kakak 7 Ponakan membeberkan.

 

5. Enam Tahun Tinggal di Malang

Salah satu PR yang mesti digarap Kiki Narendra adalah menghadirkan logat Jawa Timur yang natural mengingat, paroki yang dipimpin Romo Wicaksana berada di provinsi tersebut.

“Selain itu, Rizal Mantovani minta tiap pemain memahami karakter dan latar belakang agar kokoh termasuk aksen, logat. Saya pernah enam tahun tinggal di Malang. Jadi masih ingat logatnya tanpa harus dimedok-medokin,” ucap Kiki Narendra.

 

6. Dipandu Putri Ayudya

Selama persiapan syuting, para pemain dipandu acting coach aktris Putri Ayudya. “Ya, Putri Ayudya menjadi acting coach kami,” terang Kiki Narendra. Riset, acting coach, hingga reading dilakukan untuk menyajikan horor pengusiran setan yang autentik.  

Selama proses produksi, Rizal Mantovani dikawal orang-orang yang paham ajaran Katolik. “Pertama, produser Robert Ronny. Dalam riset saya dipertemukan dengan Romo Robini, satu dari dua orang romo yang dapat izin Vatikan untuk melakukan eksorsisme,” akunya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan