Catatan dari Canzona Violin Award Festival 2025: Titik Temu Talenta, Pendidikan dan Standar Internasional

Beberapa tahun terakhir, minat terhadap pendidikan musik klasik di Indonesia meningkat. Canzona Violin Award Festival 2025 jadi titik temu bagi talenta muda.

Diterbitkan 21 Januari 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Canzona Violin Award Festival 2025 wadah talenta muda biola berstandar global.
  • Dua juri internasional, Riana dan Susila Heath, menilai kompetisi ini.
  • Peserta diapresiasi; Isabella Sumargo dan Donna Istanto raih Gold Prize.

Liputan6.com, Jakarta - Harus diakui, dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap pendidikan musik klasik di Indonesia meningkat signifgikan. Karenanya, Canzona Violin Award Festival 2025 kembali menjadi ruang temu antara para talenta muda, pendidikan bermutu, dan standar internasional.

Canzona Violin Award Festival 2025 adalah ajang kompetisi sekaligus medium refleksi ekosistem pembinaan yang tumbuh secara konsisten. Ekosistem ini dibangun Canzona Music School, salah satu sekolah musik yang aktif mengembangkan pendidikan violin di Tanah Air.

Tahun ini, Canzona Violin Award Festival 2025 menghadirkan dua juri internasional asal Amerika–Indonesia, yakni Riana Heath, M.Mus dan Susila Heath, M.A. Keduanya musisi yang telah tampil di berbagai panggung musik di kawasan Eropa dan Amerika Utara.

Kehadiran Riana Heath dan Susila Heath menyajikan perspektif global dalam proses penilaian sekaligus memperkuat karakter Canzona Violin Award Festival 2025 sebagai ajang pembelajaran yang serius juga berorientasi jangka panjang.

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, pada Selasa (20/1/2026), pihak Canzona Violin Award Festival 2025 menjelaskan, Riana Heath adalah lulusan Master dari Yale School of Music, dan Sarjana dari Mozarteum University, Salzburg.

Ia juga pernah belajar di Paris Conservatory. Meraih Grand Prize Virtuoso Competition 2016, Riana Heath dikenal atas permainan yang hangat dan puitis. Sementara itu, Susila Heath, M.A. merupakan alumni Haute École de Musique de Genève dan Mozarteum University Salzburg.

 

Keseriusan, Disiplin, dan Passion

Susila Heath membawa pengalaman panjang sebagai solois dan chamber musician lintas negara. Keduanya sepakat bahwa kualitas peserta Canzona Violin Award Festival tahun ini mencerminkan proses pembinaan yang matang.

Dalam pernyataan bersama, Riana Heath dan Susila Heath mengapresiasi seluruh peserta Canzona Violin Award Festival 2025. Mereka menilai tiap violinis muda menunjukkan keseriusan, disiplin, sekaligus passion yang kuat.

 

Gold Prize

“Keikutsertaan itu sendiri sudah merupakan keberhasilan. Setiap peserta memiliki karakter musikal yang unik dan layak untuk terus dikembangkan,” demikian Riana Heath dan Susila Heath mengapresasi performa para peserta.

Predikat Gold Prize diraih Isabella Nikita Sumargo dan Donna Patricia Istanto, yang juga diundang tampil solo maupun bersama Chamber Orchestra pada Grand Musical Concert Leimena, di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, 18 Oktober 2025.

 

Silver Prize

Silver Prize dianugerahkan kepada Eunice Sheralyn Juwono, Yechezkel Andriesta Latuheru, Shaumi Hikari, Khadija Alfi Rahmaningtyas, dan Nelson James Tanudjaja. Seluruhnya menunjukkan fondasi teknik kuat serta potensi perkembangan jangka panjang.

Festival ini memperlihatkan pendekatan pendidikan yang jadi ciri sekolah musik Canzona. Melalui kelas violin Canzona Music School, pembinaan dilakukan berjenjang—dari violin untuk anak usia dua tahun, siswa pemula, hingga remaja dan dewasa.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dangdut Academy 8 Resmi Umumkan Tim Coach, Ini Daftar Lengkap Anggota Setiap Tim

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan