Dian Sastrowardoyo Jadi Pemain dan Produser Film Esok Tanpa Ibu, Sorot Teknologi Hadir di Ruang Privat

Dian Sastrowardoyo berperan ganda di film Esok Tanpa Ibu. Sebagai aktris sekaligus produser, ia menyoroti dampak teknologi pada koneksi privat manusia.

Diterbitkan 20 Januari 2026, 19:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dian Sastrowardoyo berperan ganda sebagai aktris dan produser dalam film "Esok Tanpa Ibu" yang akan tayang 22 Januari 2026.
  • Film ini mengeksplorasi koneksi manusia dan duka di tengah kehadiran teknologi AI yang semakin intim dalam ruang privat keluarga.
  • Dian Sastrowardoyo merefleksikan tantangan menjadi ibu di era digital dan pentingnya autentisitas hubungan antar generasi.

Liputan6.com, Jakarta - Aktris Dian Sastrowardoyo kembali ke layar lebar lewat Esok Tanpa Ibu yang diproduksi BASE Entertainment, Beacon Film, Refinery Media, dengan dukungan dari Singapore Film Commission dan Infocomm Media Development Authority.

Dalam Esok Tanpa Ibu karya sineas Ho Wi Ding, Dian Sastrowardoyo beradu akting dengan Ali Fikry, Aisha Nurra Datau, Bima Sena, dan aktor peraih 2 Piala Citra, Ringgo Agus Rahman. Dian Sastrowardoyo menjadi pemain sekaligus produser.

Esok Tanpa Ibu mengisahkan kehilangan dan duka seorang remaja bernama Rama atau Cimot (Ali Fikry) setelah ibunya (Dian Sastrowardoyo) koma. Ayahnya (Ringgo Agus Rahman) menjadi satu-satunya yang tersisa dalam keluarga. Keduanya mencoba menjalin hubungan yang dekat.

Kecanggungan membuat Rama dan ayahnya malah makin berjarak. Cimot mencoba segala cara termasuk menggantikan peran ibu dengan kecerdasan buatan (AI) karya temannya, yang dinamai i-BU. AI ini dipersonalisasi agar mampu memahami Cimot.

i-BU mencoba memahami perasaan Cimot, mengetahui hal-hal yang ia sukai, dan memantik percakapan seolah ibunda masih sehat. Naskah Esok Tanpa Ibu ditulis Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief. Dian Sastrowardoyo pun berbagi perspektif soal Esok Tanpa Ibu.

Esok Tanpa Ibu adalah film keluarga yang mempertanyakan autentisitas koneksi manusia di dunia yang sangat modern, di saat teknologi sudah sangat dekat seperti sekarang. Ketika teknologi hadir di ruang paling privat,” katanya.

Peran Ganda Dian Sastrowardoyo: Aktris dan Produser

“Bagaimana manusia modern, yang beda generasi antara anak dan bapak menghadapi duka, dengan atau tanpa bantuan teknologi,” ujar Dian Sastrowardoyo lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com pada Selasa (20/1/2026).

Sementara itu, produser Shanty Harmayn menjelaskan pihaknya berupaya menghadirkan kebaruan cerita. Melalui Esok Tanpa Ibu (Mothernet), ia dan tim ingin membicarakan duka dan relasi keluarga dengan bahasa yang relevan dengan hari ini.

 

"Esok Tanpa Ibu": Kisah Keluarga, Teknologi, dan Duka

Film ini menyoal kecerdasan buatan untuk menggantikan peran ibu dalam mengasihi dan memberikan empati kepada remaja yang dirundung duka karena ibunda koma berkepanjangan.

“Dalam konteks teknologi AI yang kini sudah menjadi bagian keseharian kita, kami berharap kisah yang sangat personal ini dapat beresonansi secara universal dengan penontonnya,” Shanty Harmayn memaparkan.

 

Refleksi Dian Sastrowardoyo tentang Teknologi di Ruang Privat

Dalam film ini, penonton akan melihat transformasi Ali Fikry sebagai salah satu pemeran remaja berbakat saat ini. Ia dengan sangat baik menampilkan berbagai lapisan emosi duka yang dihadapi karakter Cimot. Ali Fikry pun mengulas romantika karakter Cimot.

“i-BU yang digunakan Cimot di film ini menjadi coping mechanism-nya, tempat yang nyaman untuk menggantikan peran ibu. Tapi dia juga percaya, i-BU tidak bisa menggantikan ibunya, hanya jadi sosok baru baginya,” Ali Fikry membeberkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Alexa Ciamis Raih Golden Ticket Dangdut Academy 8 dan Standing Ovation Juri

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan