Film Musuh Dalam Selimut Siap Guncang Awal 2026 dengan Drama Kepercayaan dan Emosi Kompleks

Musuh Dalam Selimut menyajikan drama psikologis dengan konflik relasi rumit, emosi mendalam, serta kejutan cerita yang membekas hingga akhir film.

Diterbitkan 05 Januari 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Awal tahun 2026 dibuka dengan sebuah film yang tidak hanya menguji nyali, tetapi juga mengacak-acak perasaan penonton. Musuh Dalam Selimut hadir sebagai film drama tentang kepercayaan yang retak dari dalam, sekaligus menggali konflik emosional paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Film ini lebih dulu memantik respons emosional saat gala premiere yang dihadiri sutradara Hadrah Daeng Ratu, produser Deni Saputra, serta jajaran pemain dan tim produksi. Musuh Dalam Selimut dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 8 Januari 2026.

Dibintangi Yasmin Napper, Megan Domani, dan Arbani Yasiz, film ini digarap oleh Hadrah Daeng Ratu dan diproduksi Narasi Semesta bersama Unlimited Production, Legacy Pictures, A&Z, serta Subtube. Dalam cerita, Yasmin Napper memerankan karakter Gadis, Arbani Yasiz sebagai Andika, Megan Domani sebagai Suzy, Fitria Rasyidi sebagai Gita, dan Cakrawala Airawan sebagai Indra.

Kehadiran para pemeran utama tersebut menjadi sorotan dalam sesi perkenalan materi promosi, sekaligus memperlihatkan kekuatan ansambel yang menopang konflik cerita.

Produser Deni Saputra mengungkapkan harapannya agar film ini dapat diterima luas oleh penonton.

 “Alhamdulillah, terima kasih buat teman-teman semuanya yang sudah hadir di sini. Masya Allah, saya deg-degan, tapi mudah-mudahan film ini bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat, khususnya warga Indonesia,” ujar Deni Saputra selaku produser pada jumpa press, kuningan, Senin (29/12/2025).

Ia menambahkan bahwa ide awal Musuh Dalam Selimut berangkat dari gagasan almarhum ayahnya, Haji Aldisarsavan. “Ketika itu kami berkolaborasi dengan Dr. Gempita dan Hadrah, lalu mempercayakan Mbak Cassandra untuk mengolah cerita ini menjadi kisah yang sangat menarik,” tutupnya.

Emosi Dijaga, Plot Twist Dibangun Pelan-Pelan

Usai gala premiere yang menuai respons emosional, Musuh Dalam Selimut dipastikan bukan sekadar drama biasa. Film ini dirancang untuk membuat penonton terus terikat dari awal hingga akhir tanpa kehilangan ketegangan cerita.

Pendekatan tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan visi sutradara dengan pengalaman emosional penonton di dalam bioskop.

Sutradara Hadrah Daeng Ratu menuturkan bahwa ritme emosi menjadi kunci utama dalam penyutradaraan film ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Kita memang menjaga betul dari scene ke scene pergerakan emosinya. Memang kita berusaha bangun supaya orang tidak menebak bagaimana ending-nya. Kita jaga betul plot twist-nya,” ujarnya. Menurut Hadrah, kejutan cerita sengaja disimpan rapat agar penonton tetap berada dalam kondisi tegang dan penasaran. Lebih jauh, ia menegaskan keinginannya agar penonton tidak hanya menyaksikan, tetapi ikut terlibat secara emosional. “Kita pengennya orang menonton itu ikut terlibat, teridentifikasi langsung sama tokoh-tokohnya. Dia merasa menjadi si tokoh protagonis,” kata Hadrah. Ia menambahkan bahwa planting informasi disusun perlahan di setiap adegan, sehingga penonton ikut merangkai potongan cerita di dalam imajinasi mereka, bukan sekadar menerima drama secara linear.

Halaman
Show All
Zikrah Nur Amalah, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan