Cerita Novi Rizki Terjun Langsung ke Lokasi Bencana di Aceh dan Sumatera, Tak Kuasa Menahan Pilu

Novi Rizki mengungkap perjalanan mencapai titik-titik lokasi bencana bukan perkara mudah.

Diterbitkan 29 Desember 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Banyak kampung hilang, air belum benar-benar surut, masih banyak yang banjir sampai lutut. Jalanan kampung jadi ruas baru air. Lumpur masih banyak yang tinggi, kayu masih banyak yang belum dibersihkan. Bau amis jasad (manusia) masih tercium. Sekolahan habis total,” urainya.

Apresiasi kepada Donatur

Selain masalah tempat tinggal dan sanitasi yang buruk, krisis energi juga menjadi sorotan Novi pascabencana di wilayah tertentu. Ia menyebut warga Aceh harus bertahan dalam kegelapan tanpa adanya penerangan yang memadai.

“Untuk Sumatera listrik aman. Sementara di Aceh sampai terakhir kami ke sana, hari ke-21 (pascabencana), listrik masih belum nyala. Bayangkan hampir satu bulan mereka hidup tanpa penerangan,” katanya.

Di kesempatan sama, Novi merasa bersyukur karena dapat memastikan amanah dari para donatur tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Ia pun memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya dan para donatur, yang telah menyisihkan rezekinya untuk membantu meringankan beban para korban di Aceh dan Sumatera.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan