DJ Whisnu Santika Hingga Dimas Ario Bahas Interpolasi Lagu, Teknik Kreatif Yang Sah di Dunia Musik

DJ Whisnu Santika, kurator musik Dimas Ario, hingga pengamat musik Dzulfikri Putra buka suara soal teknik legal dalam industri musik yakni interpolasi lagu.

Diterbitkan 22 Oktober 2025, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Saya Memang Mengadopsi Elemen

Di kancah musik elektronik Indonesia, DJ dan produser Whisnu Santika menjadi salah satu musisi yang aktif mengeksplorasi teknik interpolasi dalam karya-karyanya. Sejumlah lagunya seperti "Sahara," "Mambo Jambo," "Tequilla", hingga "Yummy" jadi contoh bagaimana interpolasi berhasil menghadirkan nuansa segar tanpa menghilangkan esensi karya aslinya.

Namun single terbarunya yang berjudul "Yalla Habibi" sempat menuai kontroversi lantaran dinilai mirip dengan lagu "Iag Bari Yababa" karya ARKADYAN, Fanfare Ciocărlia, dan GROSSOMODDO. Terkait hal itu, Whisnu Santika menegaskan prosesnya dilakukan secara bertanggung jawab. Tim manajemen telah berkomunikasi serta mengurus legalitas hak cipta lagu ke Fanfare Ciocărlia melalui Piranha Records.

"Saya memang mengadopsi elemen dari ‘Iag Bari Yababa’, tapi bukan untuk menjiplak. Justru saya ingin merayakan musik world dengan sentuhan Indobounce yang jadi identitas saya,” pungkas Whisnu Santika.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan