Ozzy Osbourne Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun, Pernah Berjuang Melawan Parkinson dan Pneumonia

Ozzy Osbourne meninggal dunia. Kabar ini dikonfirmasi pihak keluarga lewat pengumuman di akun Twitter/X terverifikasi Ozzy Osbourne, Rabu (23/7/2025).

Diperbarui 23 Juli 2025, 09:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ozzy Osbourne, vokalis Black Sabbath, meninggal dunia pada 22 Juli 2025 di usia 76 tahun.
  • Ia berjuang dengan Parkinson serta tampil di konser terakhirnya.
  • Dikenal sebagai "Prince of Darkness", ia meninggalkan warisan besar di musik heavy metal.

Liputan6.com, Jakarta Kabar duka datang dari Hollywood. Megabintang Ozzy Osbourne meninggal dunia, 22 Juli 2025. Kabar ini dikonfirmasi pihak keluarga lewat pengumuman yang disampaikan di akun Twitter/X terverifikasi Ozzy Osbourne, Rabu (23/7/2025) waktu Indonesia.

“Dengan kesedihan yang tak terlukiskan, kami mengabarkan Ozzy Osbourne tercinta telah meninggal dunia pagi ini. Beliau telah bersama keluarganya dan dikelilingi oleh cinta,” demikian ini pengumuman tersebut, dilihat Showbiz Liputan6.com, pagi ini.

“Kami meminta semua orang untuk menghormati privasi keluarga kami saat ini. Sharon, Jack, Kelly, Aimee, dan Louis,” pinta pihak keluarga Ozzy Osbourne. Ozzy Osbourne bintang rock legendaris sekaligus vokalis Black Sabbath.

Namanya makin mendunia setelah jadi bintang reality show layar kaca. Beberapa minggu sebelum meninggal dunia, Ozzy Osbourne tampil di konser perpisahan Black Sabbath pada 5 Juli di Inggris.

 

Ini Bukan Hukuman Mati

Berikut sekilas rekam jejak kesehatannya. Melansir dari People, Selasa (22/7/2025), Januari 2020, Ozzy Osbourne membuat pengakuan mengejutkan. Ia didiagnosis menderita Parkinson pada 2003, yakni gangguan sistem saraf yang memengaruhi gerakan.

Meski demikian, ini tak menyurutkan semangatnya untuk tetap aktif di dunia seni. “Itu bukan hukuman mati,” ujarnya kala itu. Bahkan pada Februari 2025, Ozzy Osbourne mengumumkan konser galang dana perpisahan Black Sabbath di Birmingham, Inggris.

 

Akibat Penyakit Parkinson

Itu menjadi konser terakhirnya dan yang pertama dalam 20 tahun bersama Black Sabbath. Saat itu, sang rocker sudah tidak bisa berjalan akibat penyakit Parkinson. People melansir dari The Sun, kala Sharon Osbourne menjelaskan kondisi suaminya.

“Dia senang bisa kembali dan sangat emosional tentang ini. Parkinson penyakit progresif. Penyakit ini tidak bisa distabilkan, memengaruhi berbagai bagian tubuh, dan kakinya. Tapi suaranya tetap sebagus sebelumnya,” Sharon Osbourne menjelaskan.

 

Pneumonia dan Operasi Leher

Enam tahun silam, Ozzy Osbourne didiagnosis menderita pneumonia dan pernah jatuh di rumahnya di Los Angeles, AS. Akibatnya, ia menjalani operasi leher. Ini diakui Ozzy Osbourne sebagai salah satu fase menantang dalam hidup.

“Ini sangat menantang bagi kami semua,” ujarnya tentang kemunduran kesehatan tersebut. Juni 2022, Ozzy Osbourne menjalani operasi besar. Sharon Osbourne menyebutnya sebagai fase yang menentukan sisa hidup Ozzy Osbourne.

Kini, Sang Prince of Darkness meninggal dunia dengan mewariskan musik heavy metal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Saksikan Sinetron Kisah Nyata Siang Episode Sabtu 4 Juli Pukul 11.30 WIB di Indosiar

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan