6 Fakta Film Bertaut Rindu: Adhisty Zara Syuting di Curug Jam 3 Pagi, Rambut Ari Irham Dikoreksi Sutradara

Salah satu film yang layak ditunggu bulan ini, Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan karya Rako Prijanto. Film ini dibintangi Ari Irham dan Adhisty Zara.

Diterbitkan 04 Juli 2025, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Waktu aku pertama kali meeting sama Mas Rako, rambutku dinilai kepanjangan. Karena masih SMA, enggak boleh panjang. Mas Rako membantu kami saat syuting, mengeluarkan emosi-emosi yang ada sampai di adegan,” ucap Ari Irham.

 

4. Syuting di Curug Jam 3 Pagi Pas Puasa

 

Syuting film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan menyisakan sejumlah cerita seru yang membekas di benak Ari Irham dan Adhisty Zara. Salah satunya, saat syuting di curug atau air terjun. Panggilan syutingnya jam 3 pagi.

“Dingin banget. Jam 3 pagi panggilan syutingnya. Bandung lagi musim hujan. Bulan puasa lagi, sambil sahur kami ke curug. Triple combo tantangannya. Sama disorot lampu syuting, biar hawanya lebih hangat,” Adhisty Zara mengenang.

5. Tentang Mental Illness

 

Adhisty Zara menjanjikan, Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan bukan kisah cinta anak SMA kebanyakan. Film ini membahas mental illness yang belakangan jadi sorotan. Karenanya, cerita Bertaut Rindu sangat relate dengan generasi zaman now.

“Ini tentang mental illness, topik yang kita sendiri saat baca naskahnya, banyak banget adegan yang related. Pasti orang-orang pernah mengalami. Insyaallah sangat relate dengan masyarakat Indonesia,” bintang film Dua Garis Biru menyambung.

 

6. Bertaut Rindu Suarakan Empati

 

Ada banyak pesan penting dan hikmah yang bisa ditarik penonton setelah menyaksikan film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan. Adhisty Zara menggarisbawahi pentingnya berempati pada masalah hidup  orang lain. Jadi jangan mem-bully atau menyepelekan.

“Kita enggak pernah tahu apa yang dialami orang lain. Makanya seseorang bisa jadi pendiam, jadi orang yang enggak menyenangkan dan sebagainya (pasti ada faktor pemicunya). Saat menonton film ini, bisa jadi pemahaman untuk teman kita yang introver,” ulasnya.

Ari Irham menambahkan, “Jangan melihat dari satu perspektif saja. Kalian coba pakai sepatunya. Lihat di dalamnya ada (beban hidup) apa.” Lebih lanjut, Adhisty Zara menyebut menghakimi orang lain tidaklah keren. “Jangan dihakimi tapi dipahami,” imbaunya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan