God Bless Bertahan 5 Dekade Lebih, Kekeluargaan Antar Personel hingga Tekad Mempertahankan Band Jadi Kunci Utama

Menjadi salah satu panutan dalam bermusik, ada kalanya para personel band God Bless mengalami titik jenuh, namun selalu bisa diatasi berkat kedekatan antar personel yang seperti keluarga.

Diterbitkan 15 Mei 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Stagnan dan kreativitas adalah satu hal yang selalu beriringan. Dan itu muncul pada saat seseorang sudah menjalani masa karier yang panjang. Jadi ada juga kejenuhan-kejenuhan itu. Kalau masalah kreatif, semua anak band pasti punya, ya. Yang anak band belum banyak punya itu biasanya dialami band-band lama yang berumur panjang,, dan God Bless sering berada di situasi itu, orang mungkin banyak yang belum tahu," jelas Denny MR.

"Nah, God Bless itu kan sudah seperti keluarga. Maksudnya, hubungan personalnya tidak seperti anak band yang hanya kumpul untuk latihan saat mau manggung," ungkap Denny.

 

Mengajak Anggota Keluarga Tiap Personel

Bukan hanya personelnya ataupun manajemen dan tim band, God Bless juga kerap mengajak anggota keluarga tiap personel seperti anak bahkan hingga cucu masing-masing. Selain itu, mereka bukan sekadar band yang hanya berkumpul jika ada tawaran manggung. Hal itulah yang menjadi faktor utama pada God Bless sehingga bisa mempertahankan keutuhan band.

"Jadi God Bless itu mau ada acara panggung, maupun tidak, kadang-kadang suka menyempatkan berkumpul. Kadang di vila Ahmad Albar yang di Cisalak. Ramai-ramai, bawa anak cucu. Kalau ada yang ulang tahun kumpul. Biasanya di basecamp kami di Cibubur, rumahnnya Ian Antono. Di situ kami berlatih setiap seminggu sekali," ungkap Denny MR.

"Mungkin karena mereka itu ada tawaran manggung maupun tidak, mereka latihan. Dan itu yang akhirnya menjaga energi mereka sebagai anak band yang sudah berumur 50 tahun lebih," sambungnya.

 

Tak Membiarkan God Bless Bubar

Selain itu, Denny MR juga menjadi saksi betapa tiap permasalahan yang melanda God Bless selalu bisa diselesaikan dengan baik. Bahkan, Para personelnya tak mau masalah yang menimbulkan pertikaian harus berakhir dengan mengorbankan band. Hal itulah yang menjadi faktor bertahannya God Bless hingga hari ini.

"Kalau di mata saya sebenarnya, untuk anak band itu, salah satu tantangan terbesarnya bukan semata-mata masalah kreatif, tapi masalah kebuntuan, masalah kebosanan. Bagaimana bertahan dalam kebosanan, itu kan sesuatu yang berat, ya. Saya sering melihat ketika mereka buntu, bertikai... Tapi separah apapun itu, tidak sampai mengorbankan God Bless," ungkap Denny.

"Seolah-olah ada semacam pantangan untuk berpikir membubarkan God Bless. Itu sebabnya sampai sekarang saya masih bersama mereka dan God Bless tetap tampil terus. Karena selalu ada energi-energi baru setelah rasa bosan itu lewat," ia melanjutkan.

 

Siap Gelar Konser Unplugged Pertama Setelah 52 Tahun Berkarya

Sebagai informasi, grup God Bless berencana menggelar konser dalam format akustik di Balai Sarbini, Jakarta, pada 17 Mei 2025. Ini bakal menjadi konser akustik pertama bagi Achmad Albar Cs, selama 52 tahun band rock legendaris ini berkarya.

Menurut Achmad Albar, konsep ini menjadi sesuatu yang baru bagi God Bless. Mengusung format akustik yang identik lebih intimate, diharapkan konser nanti memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.

"Kayaknya sesuatu yang baru buat kita. Kenapa nggak kita coba, buat suatu suasana yang beda gitu," ujar Achmad Albar di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2025).

"Ini kan lebih akrab, artinya dengan akustik kita lebih dekat dengan penonton. Ya mudah-mudahan menjadi suatu tontonan yang menarik," sambung Achmad Albar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan