6 Fakta Ghazi Alhabsy Main Film Waktu Maghrib 2: Belajar Bahasa Jawa, Punya Markas Kamar Nomor 315

Sederet bintang muda berbakat memperkuat film Waktu Maghrib 2 karya sineas Sidharta Tata. Salah satunya, Ghazi Alhabsy yang dipercaya sebagai Dewo.

Diterbitkan 02 Mei 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. Tantangan Berbahasa Jawa 

Waktu Maghrib mengambil latar di sebuah desa di Jawa. Karenanya, Ghazi Alhabsy sebagai Dewo harus bisa berbahasa Jaawa secara natural. Di sinilah tantangannya. Sejak reading naskah, Ghazi Alhabsy membiasakan diri agar tidak kagok.

“Itu menantang karena aku istilahnya enggak ada darah Jawa. Jadi sebelum syuting, di sesi reading tiap hari belajar bahasa Jawa. Pas syuting, aku tanya lagi ke aktor-aktor yang di Jogja alhamdulillah lancar,” ia menyambung.

 

5. Markas Kamar Nomor 315

Waktu Maghrib syuting selama 23 hari di Yogyakarta. Selama itu, rasa kekeluargaan kru dan pemain menghangat. Saking akrab, saat libur pun Ghazi Alhabsy tetap datang ke lokasi syuting meski ujung-ujungnya gabut di sana. Sedekat itu.

“Kalau libur, kalau panggilan syuting sore, kami pagi atau siang sarapan bareng lalu main di kamar orang telkonya. Kayak punya basecamp sendiri di kamar 315. Kami main bareng di basecamp itu, berasa punya keluarga baru,” beri tahu Ghazi Alhabsy. 

 

6. Rambut Pendek Ala Dewo

Yang khas dari menggarap film horor yakni lebih sering dapat panggilan syuting sore ke malam hari. Lagi-lagi, karena reading dan persiapan sangat matang, tak banyak retake hjingga jarang pulang syuting dini hari.

Sebagai Dewo, Ghazi Alhabsy melakukan perubahan penampilan. “Enggak banyak sih. Rambutnya dibikin lebih pendek karena Dewo ceritanya masih sekolah. Jangan sampai melanggar aturan sekolah,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan