Liputan6.com, Jakarta - Bagaimana cara hadapi pasangan yang jarang membantu di rumah tanpa memicu pertengkaran baru? Pertanyaan ini kerap muncul karena pekerjaan rumah hampir tidak pernah selesai dan bebannya sering tidak terbagi seimbang.
Melansir Gottman Institute, urusan pekerjaan rumah termasuk persoalan umum dalam hubungan, dan pasangan yang tidak menjalankan bagiannya dapat membuat salah satu pihak merasa tidak dihargai. Di Indonesia, hasil Time Use Survey yang disampaikan Menteri PPPA Arifah Fauzi, menunjukkan perempuan menghabiskan waktu 2,8 kali lebih banyak daripada laki-laki untuk pekerjaan domestik dan perawatan tidak berbayar.
Kabar baiknya, kebiasaan yang timpang bisa diubah lewat percakapan yang jelas dan pembagian tugas yang adil. Berikut adalah hadapi pasangan yang jarang membantu di rumah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (2/10/2026).
Advertisement
Mengapa Pasangan Bisa Jarang Membantu di Rumah?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363859/original/066223100_1790923480-pexels-tima-miroshnichenko-6195967.jpg)
Sebelum mencari solusi, penting memahami bahwa pasangan yang jarang turun tangan tidak selalu sengaja membiarkan semua pekerjaan dikerjakan satu orang. Ada banyak kemungkinan penyebab, dan tiap penyebab membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Tidak Menyadari Apa yang Perlu Dikerjakan
Sebagian orang memang baru bergerak setelah diminta. Mereka bukan menolak, tetapi tidak terbiasa memperhatikan hal kecil seperti stok sabun yang menipis atau pakaian yang menumpuk di keranjang.
Kondisi ini berkaitan dengan apa yang disebut sosiolog sebagai beban kognitif dalam rumah tangga. Allison Daminger dalam studi berjudul The Cognitive Dimension of Household Labor (2019) di jurnal American Sociological Review mewawancarai 35 pasangan. Hasilnya, pekerjaan rumah ternyata mencakup empat tahap berpikir, yaitu mengantisipasi kebutuhan, mencari pilihan, mengambil keputusan, dan memantau hasilnya. Perempuan dalam studi itu lebih banyak menanggung tahap mengantisipasi dan memantau.
Kebiasaan dan Standar yang Berbeda
Ada pula pasangan yang sebenarnya mau membantu, tetapi punya batas "sudah beres" yang berbeda. Bagi satu orang, piring kotor semalaman sudah mengganggu. Bagi yang lain, mencucinya besok pagi masih wajar.
Selisih standar seperti ini mudah berubah menjadi tuduhan malas jika tidak dibicarakan. Karena itu, pembahasan sebaiknya dimulai dari kesepakatan, bukan dari penilaian siapa yang lebih rajin.
Kelelahan dan Jam Kerja yang Padat
Jam kerja, perjalanan pulang, dan kondisi kesehatan juga memengaruhi tenaga yang tersisa untuk urusan rumah. Meski begitu, kelelahan perlu dibicarakan terbuka agar tidak menjadi alasan permanen yang menumpuk beban pada satu orang saja.
Advertisement
Seberapa Timpang Pekerjaan Rumah di Indonesia?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353710/original/056112600_1789975274-45529.jpg)
Angka-angka berikut membantu melihat bahwa keluhan soal pembagian tugas rumah bukan sekadar perasaan pribadi.
| Temuan | Perempuan | Laki-laki | Sumber |
|---|---|---|---|
| Waktu untuk pekerjaan domestik dan perawatan tidak berbayar | 2,8 kali lebih banyak | Pembanding | Time Use Survey, disampaikan KemenPPPA |
| Total waktu kerja berbayar dan tidak berbayar per hari | sekitar 11,6 jam | sekitar 9,2 jam | KemenPPPA, dikutip ANTARA |
| Jumlah penduduk yang mengurus rumah tangga | sekitar 35,7 juta | sekitar 3,6 juta | Data BPS yang disampaikan KemenPPPA |
| Waktu pekerjaan domestik per hari (survei 1.000 rumah tangga perkotaan, Maret–April 2026) | 3 jam 14 menit | 2 jam 33 menit | Riset Populix, dilansir ANTARA |
| Sering atau sangat sering merasa kewalahan oleh tanggung jawab rumah | 34,9 persen | 18,4 persen | Riset Populix |
Riset Populix juga menemukan 71,7 persen perempuan mengelola sedikitnya 60 persen keputusan harian rumah tangga, mulai dari kebutuhan anak hingga belanja. Angka ini menunjukkan bahwa beban rumah bukan hanya soal tenaga, tetapi juga soal pikiran.
Perlu dicatat, data Populix berasal dari survei daring rumah tangga perkotaan sehingga belum tentu mewakili seluruh Indonesia. Meski demikian, polanya sejalan dengan temuan KemenPPPA.
Dampak Pembagian Tugas yang Tidak Adil bagi Hubungan
Pembagian tugas rumah bukan perkara sepele. Penelitian Daniel L. Carlson, Amanda J. Miller, dan Stephanie Rudd berjudul Division of Housework, Communication, and Couples' Relationship Satisfaction (2020) di jurnal Socius menyebut pasangan yang berbagi pekerjaan rumah rutin cenderung melaporkan kepuasan hubungan lebih tinggi. Studi itu juga menyoroti peran kualitas komunikasi dalam kaitan antara pembagian tugas dan kepuasan pasangan.
Gottman Institute menjelaskan, ketika pasangan tidak melakukan bagian yang sudah disepakati, salah satu pihak bisa merasa tidak dihormati dan tidak didukung. Perasaan itu lama-lama berubah menjadi kekesalan yang menggerus kepuasan hubungan.
Di sisi lain, ada kabar yang menenangkan. Studi Amie M. Gordon dan rekan (2022) berjudul Feeling Appreciated Buffers against the Negative Effects of Unequal Division of Household Labor on Relationship Satisfaction di jurnal Psychological Science melibatkan 2.193 orang. Hasilnya, dampak negatif dari membagi pekerjaan rumah secara tidak seimbang menghilang ketika seseorang merasa dihargai oleh pasangannya. Peneliti mengingatkan, temuan ini tidak berarti ketimpangan boleh dibiarkan terus-menerus.
Advertisement
7 Cara Hadapi Pasangan yang Jarang Membantu di Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363860/original/073105300_1790923480-pexels-rdne-5591952.jpg)
1. Bicara Saat Suasana Tenang
Hindari membuka topik ini ketika kamu sedang kesal atau pasangan baru pulang dalam keadaan lelah. Pilih waktu saat kalian sama-sama santai, misalnya akhir pekan setelah sarapan.
Mulailah dengan perasaan dan fakta, bukan tuduhan. Kalimat seperti "Aku capek karena hampir tiap malam membereskan dapur sendiri" lebih mudah diterima daripada "Kamu tidak pernah bantu apa-apa".
2. Ubah Cara Pandang dari "Membantu" ke "Berbagi Tanggung Jawab"
Kata "membantu" terdengar seolah pekerjaan rumah adalah urusan satu orang dan pasangan hanya ikut serta jika diminta. Padahal rumah dihuni berdua, sehingga perawatannya pun urusan berdua.
Mengganti kata "bantu" dengan "bagi tugas" terlihat sepele, tetapi mengubah suasana pembicaraan. Pasangan tidak lagi diposisikan sebagai tamu yang berbaik hati, melainkan sebagai pemilik rumah yang punya bagian sendiri.
3. Bagi Tugas Berdasarkan Pekerjaan, Lengkap dengan Kepemilikannya
Buat daftar semua pekerjaan rumah, lalu bagi berdasarkan kecocokan jadwal dan kemampuan. Satu orang bisa memegang cucian dan belanja mingguan, sedangkan yang lain mengurus dapur dan kamar mandi.
Pastikan tiap tugas dimiliki sepenuhnya, termasuk mengingat kapan harus dikerjakan. Dengan begitu, beban pikiran yang dijelaskan Daminger ikut berpindah, bukan hanya pekerjaan fisiknya.
| Contoh Tugas | Pemegang | Waktu |
|---|---|---|
| Mencuci dan menjemur pakaian | Pasangan A | Selasa dan Sabtu |
| Belanja kebutuhan mingguan | Pasangan A | Minggu pagi |
| Memasak dan membereskan dapur | Pasangan B | Setiap malam |
| Membersihkan kamar mandi | Pasangan B | Setiap Jumat |
Tabel di atas hanya contoh. Sesuaikan dengan kondisi rumah tangga masing-masing.
4. Sepakati Standar yang Sama
Bicarakan pekerjaan apa yang tidak boleh terlewat dan kapan batas waktunya. Misalnya, piring harus dicuci sebelum tidur, sedangkan menyetrika boleh menunggu akhir pekan.
Kalian tidak perlu memiliki standar yang persis sama. Kesepakatan yang jelas sudah cukup untuk mengurangi debat tentang siapa yang paling rajin.
5. Beri Ruang Tanpa Langsung Mengambil Alih
Setelah tugas dibagi, pasangan mungkin tidak langsung bergerak. Jika kamu selalu mengerjakannya sendiri karena tidak sabar menunggu, pola lama akan terulang.
Untuk pekerjaan yang masih bisa ditunda, berilah kesempatan pasangan menyelesaikannya dengan caranya. Situasi mendesak, terutama yang menyangkut anak, tentu pengecualian. Dari sini kalian juga dapat menilai apakah pembagian tugasnya realistis.
6. Ungkapkan Apresiasi yang Spesifik
Temuan Gordon dan rekan menunjukkan pentingnya merasa dihargai. Ucapkan terima kasih untuk hal konkret, misalnya "Terima kasih sudah mencuci piring tadi malam, dapur jadi enak dipakai pagi ini".
Apresiasi bukan berarti memuji berlebihan. Tujuannya membuat pasangan merasa usahanya dilihat sehingga lebih termotivasi mempertahankan kebiasaan baik.
7. Evaluasi Pembagian Tugas Secara Berkala
Kondisi pekerjaan, kesehatan, dan kebutuhan anak bisa berubah. Pembagian yang pas beberapa bulan lalu belum tentu masih adil hari ini.
Sediakan waktu singkat tiap bulan untuk meninjau ulang. Jika salah satu sedang sangat sibuk, tugasnya boleh diambil alih sementara lalu dikembalikan saat keadaan longgar.
Hal yang Sebaiknya Dihindari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5418998/original/040266900_1763634186-pexels-cottonbro-4108715.jpg)
Beberapa kebiasaan justru memperburuk keadaan. Pertama, menyindir atau menyimpan kesal sampai meledak. Kedua, membandingkan pasangan dengan orang lain. Ketiga, membahas semua kesalahan masa lalu dalam satu percakapan.
Keempat, mengerjakan semuanya diam-diam lalu berharap pasangan menyadarinya. Pasangan bukan pembaca pikiran, sehingga permintaan yang jelas hampir selalu lebih efektif daripada kode.
Kapan Perlu Bantuan Pihak Ketiga?
Jika pembicaraan selalu buntu, konflik terus berulang, atau muncul sikap yang merendahkan, berkonsultasi dengan konselor pernikahan atau psikolog bisa membantu. Pihak ketiga yang netral dapat membantu kalian menemukan akar masalah dan menyusun kesepakatan yang sama-sama nyaman.
Langkah ini bukan tanda hubungan gagal. Justru ini menunjukkan kalian serius merawat hubungan.
Pada akhirnya, hadapi pasangan yang jarang membantu di rumah dengan kepala dingin, bahasa yang jelas, dan kesepakatan yang bisa dijalankan berdua. Dengan cara itu, rumah terasa lebih ringan dan hubungan tetap hangat.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menghadapi Pasangan yang Jarang Membantu di Rumah
1. Mengapa pasangan bisa jarang membantu pekerjaan rumah?
Penyebabnya beragam, mulai dari kebiasaan lama, standar kebersihan yang berbeda, kelelahan akibat pekerjaan, hingga tidak menyadari apa saja yang perlu dikerjakan.
2. Kapan waktu terbaik membicarakan pembagian tugas rumah?
Saat suasana tenang dan kedua pihak tidak terburu-buru, bukan ketika sedang kesal atau lelah.
3. Apakah pembagian tugas harus selalu 50:50?
Tidak harus. Yang terpenting kedua pihak merasa pembagiannya adil dan sesuai kondisi masing-masing.
4. Apa yang dimaksud beban mental dalam urusan rumah tangga?
Beban mental adalah pekerjaan memikirkan, mengingat, merencanakan, dan memantau urusan rumah, bukan hanya mengerjakannya.
5. Kapan perlu meminta bantuan konselor atau psikolog?
Jika pembicaraan selalu buntu, konflik berulang, atau muncul sik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364021/original/072430000_1790928361-cek_fakta_-_aturan_pembelian_bbm_pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845745/original/091933300_1562319808-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363762/original/040487800_1790917791-Cek_Fakta_Wamenkeu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363858/original/058681600_1790923480-pexels-shotpot-7705895.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2915987/original/061200800_1568880077-Photo_by_Ori_Song_on_Unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347766/original/060012300_1789367368-frustrated-wife-disagreeing-with-angry-husband-blaming-overspending-money.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4759366/original/083245400_1709353201-octavio-fossatti-BbhqDutqJew-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328158/original/069968700_1787139318-IMG_2459.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5336860/original/086580200_1756881158-brooke-cagle-oMtXGNw4ZEs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4575448/original/005575400_1694680432-priscilla-du-preez-xM4wUnvbCKk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1402350/original/009131400_1478832924-bosan__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3991622/original/083182400_1649658057-jason-goodman-0K7GgiA8lVE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5431227/original/006632000_1764732396-red-cat-studio-xzwk_z2yBo0-unsplash.jpg)