Ultah ke-55, Ini 6 Film Terbaik Rachel Weisz: The Mummy Hingga Menang Oscar di The Constant Gardener

Rachel Weisz bikin dunia terperenyak lewat peran Tessa Quayle dalam The Constant Gardener. Ia menang Piala Oscar Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Diperbarui 07 Maret 2025, 19:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mendapat kritik positif, Constantine melenggang ke tangga box office. Biaya produksi sekitar 70 juta dollar AS kembali ke kocek produser berkali lipat. Box Office Mojo mentatat film ini mendulang pendapatan kotor Rp3,7 triliun. Nama Rachel Weisz pun makin meroket.

4. The Constant Gardener

Kritikus legendaris Roger Ebert menyebut The Constant Gardener salah satu film terbaik tahun 2005. Setahun kemudian, karya sineas Fernando Meirelles ini meraih 4 nominasi Oscar untuk Editing, Tata Musik, Naskah Adaptasi, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Kategori yang disebut terakhir dimenangkan Rachel Weisz. Sang aktris juga menang di Golden Globe dan SAG Awards. Dirilis 20 tahun silam, The Constant Gardener banjir pujian. Ia disebut memadukan gairah, khianat, sinematografi, dan akting pemain di level luar biasa.

 

5. The Favourite

Rachel Weisz nyaris mengulang sejarah 13 tahun silam. Lewat The Favourite karya sineas Yorgos Lanthimos, ia jadi nomine Oscar Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Sebagai Lady Sarah, akting Rachel Weisz tajam juga mampu mengimbangi Olivia Colman dan Emma Stone.

Menang di BAFTA Awards, sayangnya, Rachel Weisz kalah dari Emily Blunt dalam A Quiet Place. Di Oscar, ia kalah oleh Regina King yang tampil memesona di If Beale Street Could Talk. Rachel Weisz, Olivia Colman, dan Emma Stone adalah ujung tombak film The Favourite.

 

6. The Lovely Bones

Rachel Weisz sebagai Abigail Salmon, ibu Susie (Saoirse Ronan). Setelah Susie dibunuh, Abigail depresi berat. Digarap sineas Peter Jackson yang pernah membesut trilogi The Lord of The Rings, Rachel Weisz mengakui peran dalam The Lovely Bones sangat personal baginya.

Melansir dari berbagai sumber Rachel Weisz menyebut, Abigail Salmon membuat sudut pandangnya terhadap hidup berubah. Seberat apapun, hidup adalah harta karun. Abigail Salmon memberinya banyak perasaan positif ketimbang tertekan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan