Pameran Tunggal Semesta Arkiv Hadirkan Eksplorasi Seni hingga Kemanusiaan

Karya-karya Arkiv dalam pameran ini disajikan sebagai ruang dialog antara seni dan realitas kontemporer.

Diterbitkan 03 Maret 2025, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Tentunya ini rangkaian panjang yang studio Arkiv susun, dan pameran utamanya itu diGaleri Nasional. Dimana, Galeri Nasional merupakan salah satu program studio juga karenakita akan fokus ke museum show. Ada beberapa kolaborasi yang kita pamerkan di GaleriNasional, karena DNA nya Arkiv itu adalah kolaborasi, jadi mengajak teman-teman senimanyang sudah lama kami kenal seperti Pak Sunaryo, Darbotz, Erwin Windu Pranata, danMulyana (Mangmoel) untuk menampilkan karya kami di Galeri Nasional.” kata Arkiv.

“Pameran ini adalah penghormatan pada laut, warna, dan kolaborasi. Saya ingin mengajakpenikmat seni untuk tidak hanya melihat, tetapi merasakan bagaimana seni bisa menjadimedium yang membebaskan, bahkan di tengah kompleksitas zaman.” lanjut Arkiv Vilmansa.

Gedung A hingga D

Laut Semua Warna di Gedung A mempresentasikan fase perubahan serta pembaruan mutakhir karya-karya Arkiv yang terinspirasi dari kehidupan laut. “Episode laut” ini merupakan bagian dari rangkaian episode-episode penciptaan yang lainnya, yang telah menjadi bagian dari wilayah imajinasi penciptaan Arkiv yang tengah terus ia renungkan hingga kini.  “Laut semua warna” tidak hanya terkait dengan proyek seni “Widya Segara” tetapi juga menyangkut kolaborasi penciptaan seni Arkiv bersama para seniman lain.

Sintesa di Gedung B menunjukkan karya-karya hasil kerja kolaborasi kreatif Arkiv dengan para seniman lain, yaitu Sunaryo, Darbotz, Erwin Windu Pranata, dan Mulyana (Mangmoel). Bagian ini tidak hanya menunjukkan perkembangan karier seni Arkiv, tetapi juga wacana perkembangan seni rupa Indonesia.

Metaphor of Memory di Gedung D menampilkan karya-karya Arkiv yang menunjukkan jejak perjalanan dan penjelajahannya sebagai seniman yang juga bergulat dalam dunia perancangan (design, fashion, arsitektur). Bagian ini menjadi penanda penting dalam penciptaan karakter khas Mickiv (yang memiliki relasi terhadap penciptaan karakter Mickey Mouse, Walt Disney) dalam ekspresi karya-karyanya sekaligus menandai momen hiatus Mickiv sebagai subject matter bagi ekspresi karya lukisan-lukisannya.

Di Gedung D juga ditampilkan Monument of Sense (MICKIV HOPE X SUNARYO) yang merupakan proyek khusus hasil kolaborasi Arkiv Vilmansa bersama perupa Sunaryo. Widya Segara (Wisdom of the Sea) di area outdoor menampilkan balon paus raksasa dari material plastik dengan bentuk dan warna yang khas, yang bernama Raga dengan ukuran 4x6 meter dan panjang 30 meter, serta Runa dengan dimensi 2x3 meter dan panjang 15 meter.

Raga dan Runa menjadi duta-duta imajinasi diri Arkiv untuk menyuarakan sikap kepeduliannya terhadap nilai-nilai penting yang diajarkan oleh keberadaan laut bagi keberlangsungan masyarakat dan budaya Indonesia. Widya Segara juga menyatakan sebuah “peristiwa seni” (art happening) karena presentasinya di ruang publik dengan durasi terbatas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Zulfa Ayu Sundari, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan