Transformasi Into The New World Milik SNSD, Berawal dari Debut Idol K-Pop Kini Jadi Lagu Protes Ikonis

Menurut pengamat, kekuatan Into the New World milik SNSD yang membuatnya beresonansi dengan para pengunjuk rasa, ada pada liriknya.

Diterbitkan 16 Desember 2024, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tahun 2007 silam, sembilan gadis muda dengan kostum sporty dan dandanan minimalis menjejakkan kaki ke dunia hiburan sambil membawakan lagu Into the New World. Mereka adalah Taeyeon, Jessica, Tiffany, Sunny, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, YoonA, dan Seohyun, yang di kemudian hari menjadi nama besar di jagat hiburan Korea Selatan sebagai SNSD atau Girls' Generation. 

Fast forward 17 tahun kemudian, lagu ini kembali berkumandang--tapi dengan setting berbeda. Bukan di panggung penuh cahaya lampu gemerlap tapi di jalanan, dinyanyikan oleh ribuan demonstran yang menuntut pemakzulan Yoon Suk Yeol dari kursi Presiden Korea Selatan. Tak hanya dalam demo kali ini saja, "Into the New World" bahkan sudah berkali-kali dikumandangkan dalam aksi protes yang menyuarakan hal berbeda.

Bagaimana "Into the New World" yang sejatinya merupakan lagu debut idol K-Pop kini menjadi bagian tak terpisahkan dari aksi protes? Mari kita awali dengan mengulik sejarah lagu ini.

"Into the New World" sejatinya adalah lagu yang awalnya tak diciptakan untuk SNSD. Diwartakan Koreaboo pada 2021, dalam salah satu episode IDDP Hyoyeon mengungkap bahwa lagu yang ditulis Kenzie dan Kim Jung Bae ini awalnya hendak diberikan kepada grup yang lebih senior di SM Entertainment, M.I.L.K. Namun grup ini keburu bubar pada 2003.

"Aku dengar lagu ini sudah dibuat tujuh tahun sebelum kami debut," kata Hyoyeon. 

Lagunya kemudian dibawakan oleh SNSD, lengkap dengan koreografi yang energik. Isi liriknya yang berisi ungkapan hati saat melangkah ke dunia yang baru yang penuh ketidakpastian, pas dengan kondisi SNSD sebagai idol K-Pop yang baru debut.

Sejak Kapan Jadi Lagu Proten Ikonis?

The Korea Herald menyebutkan tak ada catatan pasti awal "Into The New World" mulai dibawakan dalam protes. Namun diyakini bahwa salah satu yang membuat lagu ini populer dalam aksi demo, adalah rekaman viral yang memperlihatkan protes di Universitas Wanita Ewha pada 2016.

Dalam video viral tersebut, para siswa menyanyikan lagu ini saat memprotes keputusan sekolah yang hendak membuka program pemberian gelar yang disponsori pemerintah kepada perempuan pekerja tanpa pengalaman pendidikan tinggi sebelumnya. Hal ini dinilai sebagai "jual beli ijazah."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Setelahnya, "Into the New World" dinyanyikan pengunjuk rasa atas beragam isu. Mulai dari unjuk rasa pemakzulan mantan Presiden Korsel Park Geun Hye, Festival Budaya Queer di Seoul, hingga protes pro-demokrasi di Hong Kong. "Selama bertahun-tahun, 'Into the New World' menjadi lagu ikonis yang diasosiasikan dengan budaya protes di Korea, terutama oleh kaum muda berpikiran liberal Korea yang menyuarakan perubahan," kata Raphael Rashid, seorang jurnalis yang berbasis di Seoul, kepada The Korea Herald.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan