Aturan Tak Tertulis untuk Tutup Mulut soal Politik Mulai Didobrak Idol K-Pop

Para idol K-Pop mulai berani mengungkap opini pribadi mengenai kondisi negaranya. Termasuk yang terbaru, soal aksi protes terhadap Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol.

Diterbitkan 11 Desember 2024, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tak cuma soal politik praktis, menyuarakan kritik terhadap pemerintah pun jarang sekali dilakukan idol K-Pop. Kepada The Korea Tumes, pengamat musik Jung Min Jae mencatat bahwa saat rakyat Korea Selatan beramai-ramai turun ke jalan untuk melengserkan Mantan Presiden Park Geun Hye pun, tak ada bintang K-Pop yang mengungkapkan pandangan mereka soal isu ini.

Isu politik internasional pun mendapat reaksi serupa, ditanggapi senyap oleh mayoritas idol K-Pop.

Image yang Jadi Taruhan

Pertanyaan besarnya, mengapa idol K-Pop selama ini terlihat apatis terhadap isi semacam ini? Salah satu alasan kuatnya, adalah sifat dari industri ini.

"K-pop adalah genre yang merupakan arus utama di Korea, yang berarti ada aliran modal dan tenaga kerja yang besar terlibat di dalamnya. Karena itu, penyanyi maupun pihak label ingin menghindari risiko apa pun yang bisa memberi efek negatif," kata Lee Gyu Tag, Profesor Antropologi Budaya di Universitas George Mason University Korea.

Bila seorang idol K-Pop mengungkap suatu opini, mereka berisiko menghadapi pro kontra, bahkan menjadi target komentar jahat. "Ini sempat terjadi kepada sejumlah seleb Korea pada masa lalu," kata dia. 

Profesor Jin Dal Yong dari Sekolah Komunikasi Simon Fraser University di Kanada juga mengungkap risiko lain. Yakni usia rata-rata para artis yang berkisar antara belasan dan 20-an tahun.

"Mereka terlalu muda untuk mengungkap opininya," tuturnya. 

Risiko atas Pernyataan yang Diucap

Namun beberapa waktu belakangan, idol K-Pop sudah mulai berani mengungkap opini mereka soal kondisi sosial politik negara, bahkan dunia.

Apalagi dengan K-Pop yang kini makin global, membuat banyak penggemar berharap mereka akan menggunakan pengaruhnya untuk bersuara atas isu-isu yang dinilai penting.

"Bila sang artis berinteraksi dengan pengikutnya dan secara aktif mengungkap opininya, ini bisa berkontribusi kepada perkembangan budaya politik," kata Jin Dal Yong. 

Lantas, apakah sebaiknya idol K-Pop diperkenankan bicara sebebas-bebasnya untuk menyuarakan opini?

"Tidak semua artis harus membuat pernyataan soal isu politik dan sosial, tapi kita perlu menciptakan atmosfer yang memperkenankan mereka untuk berbicara dengan bebas bila itu yang mereka inginkan. Keputusan mengenai apa mereka ingin bicara atau tidak, seharusnya terletak pada sang artis, bukan orang lain," kata Profesor Lee Gyu Tag.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan