Tata Cara Sholat Idul Fitri, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Artinya

Pahami tata cara dan niat sholat Idul Fitri.

Diterbitkan 09 April 2024, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Usai sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadan, umat Islam merayakan hari kemenangan di Hari Raya Idul Fitri. Pada hari itu, umat Islam pun menggelar sholat Idul Fitri atau sholat Ied.

Hukum sholat Idul Fitri ini termasuk dalam kategori sunah muakkad. Sholat ini sama hukumnya dengan sholat Idul Adha dan sholat witir.

Sholat Idul Fitri bisa dilakukan berjemaah di masji atau di lapangan. Namun boleh juga digelar secara individu apabila ada kendala yang menghalangi untuk berjemaah.

Sholat Idul Fitri dianjurkan digelar pada pagi hari, dimulai sejak matahari terbit hingga masuk waktu zuhur.

Sebelum melaksanakan sholat sunah ini, penting untuk memahami tata cara sholat Idul Fitri dan niatnya.

Niat sholat Idul Fitri

  • Niat sholat Idul Fitri untuk imam:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى

Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak 'ataini imaman
lillahi ta'alaa.

Artinya,

"Aku niat sholat sunat Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah Ta'ala."

 

  • Niat sholat Idul Fitri untuk makmum:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى 

Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak 'ataini makmuuman lillahi ta'ala.

Artinya,

"Aku niat sholat sunat Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah T

a'ala."

 

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى

Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak 'ataini lillahi ta'alaa.

Artinya,

"Aku niat sholat sunat Idul Fitri dua raka

at karena Allah Ta'ala."

 

 

Tata cara sholat Idul Fitri

Berikut tata cara sholat Idul Fitri, seperti melansir dariNu Online,Selasa(9/4/2024):

1. Pertama-tama membaca niat sholat Idul Fitri

2. Lalu takbiratul ihram sebagaimana sholat biasa. Setelah membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi hingga tujuh kali untuk rakaat pertama. Di sela-sela tiap takbir itu dianjurkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya,

"Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujia

n yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Atau boleh juga membaca: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ Artinya, "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar." 3. Selanjutnya membaca surat Al-Fatihah. Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca Surat al-A'l. Berlanjut ke ruku, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa. 4. Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan "allhu akbar" seperti sebelumnya. Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Kemudian baca surat Al-Fatihah, lalu surat Al-Ghsyiyah. Berlanjut ke ruku, sujud dan seterusnya hingga salam. Hukum takbir tambahan (lima kali pada pada rakaat kedua atau tujuh kali pada rakaat pertama) ini sunah sehingga apabila terjadi kelupaan mengerjakannya, tidak sampai menggugurkan keabsahan sholat id. 5. Setelah salam, jamaah tak disarankan buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah Idul Fitri terlebih dahulu hingga rampung. Kecuali bila sholat Id ditunaikan tidak secara berjamaah. Hadits Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah mengungkapkan: السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس "Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk." (HR Asy-Syafi'i)

Halaman
Show All
Tim ShowbizTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan