Vidi Aldiano Mengaku Sempat Agnostik, Ingat Momen Nangis Saat Kembali Salat yang Membuatnya Merinding

Ramadhan tahun ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Vidi Aldiano. Ia kembali beribadah puasa setelah empat tahun tidak dapat menjalankannya karena menjalani pengobatan kanker ginjal.

Diterbitkan 17 Maret 2024, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dari situlah, Vidi merasa sholat hanya untuk menggugurkan kewajibannya sebagai muslim. Bukan yang memaknai esensi salat itu sendiri. Sampai ia beranjak dewasa. Ketika kuliah di luar negeri, ia mulai mencari tahu megenai Tuhan yang sebenarnya.

Mengaku Sempat Agnostik

Ketika menempuh pendidikan magister di Inggris, Vidi Aldiano bertemu dengan orang-orang dari berbagai kepercayaan. Sehingga membuatnya penasaran alasan di balik pilihan kepercayaan mereka.

Sejak itu, pelantun lagu "Nuansa Bening" mulai belajar banyak tentang agama lewat buku. "Makin mengenal sejarah masing-masing agama, utamanya Islam, rasanya kok aku makin jauh ya, ya itu karena menuhin logika menuhin ilmu tapi nggak menuhin hati aku," kata Vidi.

"Sampai akhirnya aku for the longest time, kayaknya aku belum pernah ngomong ini, akhirnya gue agnostik," imbuhnya.

Bagi Vidi jauh lebih sulit memahami keyakinan yang diberi dari lahir. Dan dia mengaku, tak bisa merasakan hal itu dari dalam hatinya. Bahkan, merasa hatinya itu hampa. Meski terbilang kariernya sukses dan bergelimang harta, dia mengaku tidak bahagia. "Kayak punya segalanya, puas duniawi. Tapi itu, aku merasa enggak happy sama sekali, " tutur dia.

Sampai Tumbuh Keyakinan

Ketika diberi cobaan oleh Tuhan, divonis mengidap kanker ginjal, dia merasa sangat terpuruk. "Saat aku berada di Singapura, besoknya aku harus operasi angkat ginjal aku, aku doa, akhirnya aku bingung kan. Udah lama rasanya enggak pernah komunikasi dengan cara Islam, terus aku merasa tapi aku butuh gitu," cerita pria yang dijuluki Duta Persahabatan itu.

Dia membutuhkan petunjuk seolah-olah dunianya runtuh. Terlebih tak ada tempat baginya berkeluh kesah. Ia merasa jauh dengan teman dan keluarganya.

Akhirnya, memutuskan melakukan salat dengan khusyuk. "Gua baca semuanya dengan perlahan. Dan di tengah salat itu, gua nangis sendirian di kamar hotel, " kata Vidi.

Hingga kini, perasaan itu masih membuatnya merinding dan mengingat momen itu. "Kayak momen pertama kali gua curhat sama seseorang yang sudah lama enggak gue omongin dan ngobrol bareng, " 

"Itu hari, ya rasanya, Bib. Gua sangat amat bersyukur malahan dikasih penyakit dan momen itu. Karena kalau enggak, kayanya gua enggak punya koneksi itu dan sampai sekarang gua ngerasa cukup. Dari hari itu, gua ngerasa salat itu bukan kewajiban tapi sebagai tanda gua bersyukur,” pungkasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Jihan Rafifah Mahdiyyah, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan