Terbukti ketika terjadi gempa dan tsunami di pantai barat Aceh dan Sumatra Utara pada 26 Desember 2004 lalu, warga Simeulue yang tinggal di kawasan pesisir tercatat sebagai daerah dengan jumlah korban jiwa paling minim. Tercatat dari 78.000 penduduk Pulau Simeulue, korban jiwa berjumlah tujuh orang. Meskipun mereka tidak memiliki alat atau teknologi untuk memperingatkan terjadinya tsunami, masyarakat Simeulue sudah mampu membaca tanda-tanda alam melalui kearifan lokal yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Tak hanya di Aceh, Nukila juga menemukan di Pariaman, Sumatera Barat, ada tradisi yang disebut “hoyak tabuik”. Prosesi mengguncang patung Tabot, serta adanya penanaman tanaman cemara dan mangrove di pesisir pantai, serta keyakinan akan terlindungi oleh pulau-pulau kecil di sekitar laut Kota Pariaman. Tradisi yang dilakukan masyarakat Kota Pariaman sebagai antisipasi dalam mitigasi bencana tsunami dan gempa bumi di kota pariaman
Suku Baduy
Kearifan lokal juga ditemukan di Suku Baduy, Banten. Yaitu Pikukuh Sapuluh merupakan aturan yang mengatur kehidupan sosial masyarakat Baduy. Masyarakat menetapkan aturan adat tentang larangan membangun rumah. Dalam hal ini bahan bangunan yang digunakan adalah bahan yang ramah lingkungan seperti bambu, hingga ijuk agar rumah tidak mudah rusak. Rumah juga tidak bisa dibangun langsung menyentuh tanah.
Kearifan lokal yang dilakukan masyarakat Indonesia merupakan kekayaan yang harus dijaga di era modern ini.
Dengan melihat kekayaan adat masyarat lokal di Indonesia, Nukila berharap agar peran kaum perempuan dapat dilibatkan dalam melakukan mitigasi bencana, penanggulangan bencana, serta penanganan pasca-bencana. Sehingga kebutuhan perempuan dapat terpenuhi dan perempuan dapat terlindungi dari ancaman lain.
"Sangat penting untuk memastikan seluruh kearifan lokal suatu negara dapat didokumentasikan, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Bentuk dokumentasi yang ada saat ini dapat berupa buku dan audiovisual,” pungkas Nukila.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4755538/original/046304300_1709049248-WhatsApp_Image_2024-02-27_at_15.25.57.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)