Film Dokumenter Joshua Tree Diputar Perdana, Sorot Anak Remaja Autistik yang Bisa Berkembang Berkat Kasih Sayang Keluarga

Film Joshua Tree merupakan persembahan dari Golden Collaboration dan Jeruk Bali yang menceritakan tentang Joshua, seorang remaja dengan autisme berat yang melawan ekspektasi.

Diperbarui 08 Mei 2023, 23:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pemutaran perdana film dokumenter berjudul Joshua Tree yang sempat mendapatkan nominasi Best Documentary Award, telah dilaksanakan di Metropole XXI, Megaria, Jakarta pada Jumat (5/5/2023) dengan dihadiri oleh 150 penonton.

Film Joshua Tree merupakan persembahan dari Golden Collaboration dan Jeruk Bali yang menceritakan tentang Joshua, seorang remaja dengan autisme berat yang melawan ekspektasi hingga akhirnya ia mengalami kemajuan yang luar biasa.

Joshua merupakan anak dari ibu keturunan Tionghoa-Indonesia dan ayah berkebangsaan Singapura. Joshua adalah anak kedua dari empat bersaudara. Kakaknya, Immanuel, kameramen dari film Joshua Tree, juga didiagnosis autisme.

Namun sekarang sang kakak sudah dapat menjalani kehidupan seperti masyarakat pada umumnya dan bahkan melanjutkan sekolah asrama di luar negeri. Joshua juga memiliki dua orang adik dan seluruh keluarga Joshua berperan aktif dalam pembuatan film ini termasuk dalam tumbuh kembangnya.

Pada saat pandemi COVID-19, orangtua Joshua memiliki ide untuk membuat film tentang anak remaja laki-laki mereka yang mengalami autisme berat dan kemajuan luar biasanya selama enam bulan.

Hal ini dilatarbelakangi oleh kepekaan dan kesadaran bahwa orangtua dan pendamping anak-anak dengan autisme berat seringkali merasa putus asa saat orang yang mereka sayangi tersebut tumbuh ke masa remaja dan dewasa.

 

Harapan Orangtua Joshua Melalui Film Joshua Tree

Melalui dokumenter ini, mereka berharap untuk menunjukkan bahwa dengan lingkungan, asupan nutrisi, aktivitas fisik, dan pola pikir orang di sekitarnya yang tepat, sangat mungkin untuk membawa perubahan menakjubkan dalam hidup individu autistik.

Dr. Deibby Mamahit, ibu dari Joshua mengatakan, “Joshua Tree adalah suatu pesan mengenai cinta dan pengharapan. Bahwa individu dengan Autisme bisa terus berkembang dan belajar. Jangan pernah menyerah. Nikmati mereka dan keistimewaan yang mereka punya.”

>Manusia adalah bagian dari alam dan dapat dimetaforakan sebagai pohon. Seorang anak dalam spektrum autisme sangat memerlukan keluarganya. Sutradara melihat bahwa keluarga Joshua adalah inti dari semua ini.

Pohon tempat Joshua berpegang, berlindung, merasa aman dan berjalan terus menjalani hidupnya, atau dalam kata lain, keluarga adalah Joshua Tree.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dr. Deibby Mamahit juga merupakan bagian dari Golden Collaboration, suatu segitiga kolaborasi bersama Gerd Winkler dan Rita Gendelman yang membantu keluarga dengan autisme lewat metode mereka yang unik dan efektif.

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan