Autisme di Era Modern, Apa Bisa Dicegah?

Teknologi kesehatan kian berkembang, tapi apakah autisme bisa dicegah di era modern ini?

Diterbitkan 04 April 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi kesehatan berkembang pesat di era modern, meski begitu, ada beberapa kondisi yang belum dapat dicegah dengan kemajuan teknologi, salah satunya autisme.

“Belum ada cara pasti untuk mencegah autisme. Autisme sebagian besar dipengaruhi faktor genetik ditambah lingkungan, jadi bukan sesuatu yang bisa dicegah sepenuhnya,” kata dokter spesialis anak, Kamajaya Mulyana kepada Disabilitas Liputan6.com lewat pesan tertulis, Jumat (3/4/2026).

Meski begitu, ada beberapa faktor yang dapat menurunkan risiko secara umum, yakni:

  • Kehamilan sehat (nutrisi yang baik dan asam folat cukup selama kehamilan)
  • Hindari konsumsi alkohol dan rokok saat hamil
  • Kontrol penyakit ibu (misalnya infeksi dan diabetes selama kehamilan).

Kamajaya menambahkan, autisme belum dapat didiagnosis sejak anak dalam kandungan atau saat baru lahir.

“Belum bisa. Belum ada pemeriksaan yang bisa memastikan autisme saat bayi dalam kandungan ibu atau baru lahir. Diagnosis autisme dibuat berdasarkan perkembangan bahasa (komunikasi), interaksi sosial, dan perilaku,” jelas dokter yang bertugas di Primaya Evasari Hospital.

Autisme biasanya mulai bisa dikenali pada usia 12–18 bulan (tanda awal) dan akan tampak lebih jelas pada usia 2–3 tahun atau lebih.

Masalah Kesehatan yang Kerap Dialami Anak Autisme

Kamajaya menjelaskan, tidak semua anak dengan autisme akan disertai kondisi kesehatan lainnya, tetapi orang tua tetap perlu mewaspadai beberapa kondisi berikut:

Gangguan perilaku lain misalnya gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (attention deficit hyperactivity disorder/ADHD), gangguan kecemasan, atau gangguan perilaku lainnya.

  • Gangguan tidur
  • ⁠Gangguan pencernaan (misalnya sembelit)
  • Epilepsi.

Meski demikian, penanganan autisme sejak dini bisa menentukan kemandirian anak di masa depan.

“Ya, (intervensi dini) sangat berpengaruh.”

Intervensi dini pada autisme terbukti:

  • Meningkatkan kemampuan bicara dan komunikasi
  • Memperbaiki interaksi sosial
  • Mengurangi perilaku yang mengganggu
  • Meningkatkan peluang anak untuk lebih mandiri di masa depan.

“Semakin dini intervensi dini pada anak dengan autisme, maka akan semakin baik hasilnya. Intervensi pada autisme idealnya dimulai sebelum usia 3 tahun,” pungkas Kamajaya.