Liputan6.com, Jakarta KKN di Desa Penari tembus 9 juta penonton pada Juni 2022. Karya sineas Awi Suryadi ini memuncaki daftar film Indonesia terlaris sepanjang sejarah, menyingkirkan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 yang memimpin selama 6 tahun.
Film KKN di Desa Penari kini menempati posisi terlaris kedua di Tanah Air. Ia hanya kalah dari Avengers: Endgame yang membukukan 11 jutaan penonton ketika menggebrak bioskop pada 2019.
Merespons kesuksesan ini, Awi Suryadi berbagi cerita seputar pengalaman di lokasi syuting, fenomena perang tiket, sistem antre karcis pakai helm, hingga tragedi tekor 1,8 miliar rupiah kala menggarap film pertama.
Awi Suryadi bukan sutradara spesialis film horor. Ia nomine Sutradara Terbaik Piala Citra FFI tahun 2010 lewat drama dewasa I Know What You Did On Facebook.
Berikut petikan wawancara khusus Liputan6.com dengan sutradara Danur: I Can See Ghosts yang juga bisa Anda tonton di kanal YouTube Liputa6 dengan mengakses tautan berikut ini.
Â
Â
* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Makna 9 Juta Penonton
Apa makna 9 juta penonton yang diraih KKN di Desa Penari bagi Awi Suryadi?
Awi Suryadi: Kita semua sebagai pelaku industri, sebagai filmmaker selalu punya this ideal bahwa film nasional itu bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. Tapi, kan itu dulu hanya sebuah ideal gitu, sebuah mimpi. Sekarang jadi kenyataan bahwa KKN di Desa Penari sudah menjadi film terlaris sepanjang masa posisi ke-2 setelah Endgame. Itu sih maknanya… Saya rasa ini kemenangan untuk semua pelaku industri film nasional.
Selama ini film Indonesia kalau mau rilis di pertengahan tahun bersama blockbuster Hollywood suka pikir-pikir, tapi KKN di Desa Penari berbareng dengan Doctor Strange 2?
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)