Resensi Film Book of Love: Romansa Penulis Kesepian, Penerjemah, dan Anak Yang Benci Perpisahan

Film Book of Love mempertemukan Sam Claflin dan Veronica Echegui. Berperan sebagai penulis dan penerjemah, keduanya tampil hangat sekaligus natural.

Diterbitkan 06 Februari 2022, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sam Claflin dan Veronica Echegui menghidupkan karakter secara effortless. Sejumlah konflik yang terpercik terasa wajar, membuat penonton mudah memahami apa yang tengah mereka hadapi. Walhasil, Henry dan Maria terasa dekat.

Maria Tampak Utuh

Jika dibandingkan, katakter Maria lebih utuh. Sejumlah karakter pendukung menerangi masa lalu dan masa sekarang seorang Maria dari Max, Diego, hingga Antonio (Horacio Garcia Rojas), mantan suami tak bertanggung jawab namun percaya diri meminta kesempatan kedua.

Maria terasa lebih detail dan jelas. Sementara Henry malah agak samar. Kita mengenalnya background-nya dari sejumlah pengakuan lisan. Selebihnya, adalah perjalanan dua tokoh mencari cinta dalam pergerakan yang terus maju.

 

Emosi dan Mood Stabil

Gesekan budaya yang terjadi dalam Book of Love hanya sebatas salah paham bahasa. Tidak digali lebih jauh. Target utama Analeine Cal y Mayor menyajikan kisah cinta romantis dengan segmen 30 tahun ke atas.

Emosi karakter dan mood film ini cenderung stabil. Jika ditilik lebih dalam, Book of Love tak sekadar mencari cinta. Ia menjelma sindiran keras bagi selera masyarakat terhadap buku plus minat baca yang rendah.

Buku tentang perenungan hidup dan cinta sepi peminat. Giliran opera sabun, drama perselingkuhan, kalau perlu menyenggol (maaf) LGBT sekalian, auto laku keras.

 

Porsi Cukup

Di sisi lain, ini juga sindiran bagi penulis. Bahwasannya, pembaca makin kritis dan peka. Mereka bisa merasakan penulis paham soal hubungan dan falsafah cinta, atau sekadar berkhotbah atas dasar imajinasi juga standar ideal.

Dikemas dengan durasi ringkas, Book of Love memang tak menyuguhkan kualitas akting papan atas, naskah berdimensi, kecerdasan pengambilan gambar dan elemen teknis. Cukup banyak adegan yang diambil closeup dan medium closeup untuk mempresentasikan ekspresi maupun emosi.

Gambar panorama hadir untuk memperlihatkan keindahan tempat kejadian perkara. Semua hadir dalam porsi cukup.

 

Perihal Babak Akhir

Di babak akhir, Book of Love jadi opera sabun yang sebenarnya. Drama dibuat dengan mengumpulkan semua pihak yang bertikai di satu titik. Konflik seketika menjadi hiperbolis dan film banget.

Jadi Anda tak perlu berpikir njelimet. Tonton dan nikmati saja. Book of Love tipe film yang enak ditonton waktu senggang. Kita bisa ngakak, senyum-senyum sendiri, atau terharu dengan chemistry duo Sam Claflin- Veronica Echegui.

Plus, performa Ruy Gaytan sebagai Diego, anak yang membenci perpisahan. Adegan Diego dan Henry dalam sebuah perjalanan terasa sejuk. Anda bisa menyaksikannya secara legal lewat KlikFilm mulai Februari 2022.

  

 

Pemain: Sam Claflin, Veronica Echegui, Fernando Becerril, Ruy Gaytan, Horacio Villalobos, Horacio Garcia Rojas. Lucy Punch

Produser: Naysun Alae-Carew, Maxime Cottray, Michael Knowles, Allan Niblo, Richard Alan Reid, Nick Spicer, Matt Williams

Sutradara: Analeine Cal y Mayor

Penulis: Analeine Cal y Mayor, David Quantick

Produksi: Sky, Vertigo Films, XYZ

Durasi: 1 jam, 44 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan