Review Film Free Guy: Hollywood Selalu Punya Cara untuk Bilang Cinta, Manis dan Bikin Mewek

Free Guy yang dibintangi Ryan Reynolds digadang-gadang sebagai surat cinta unik dan paling menghibur tahun ini. Berikut resensi filmnya.

Diterbitkan 24 Oktober 2021, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ryan Reynolds adalah yang terbaik yang bisa diberikan film ini. Ia mengeksekusi karakter Guy dengan baik lewat gestur dan air muka yang monoton, semembosankan rutinitasnya.

Matanya tampak hidup setelah sudut pandangnya diubah oleh kacamata dan keyakinan (bahwa seseorang tak layak menjadi penonton atas hidupnya sendiri) terbit.

Bebas dari Bayangan Deadpool

Ryan Reynolds berhasil bebas dari bayang-bayang Deadpool. Ia meyakinkan penonton bahwa Guy dengan seragam birunya yang lembut ditakdirkan untuknya. Chemistry-nya dengan para tokoh di sekitarnya tak terbantahkan.

Dari obrolan santuy dengan Buddy saat bank tempat ia bekerja dirampok, hati yang tergerak oleh Molotov Girl, hingga upayanya meyakinkan warga Free City di taman kota, membuat penonton yakin bahwa perubahan dibutuhkan untuk hidup siapa pun.

Kejelian Shawn Levy

Kekuatan lain film ini terletak pada kejelian Shawn Levy menuturkan cerita dengan dinamis. Temponya cepat namun tak sampai bikin bingung. Bisa jadi, ini karena sinergi yang baik dengan penyunting gambar Dean Zimmerman.

Di tangan Dean, pergerakan cerita menuntun grafik konflik hingga mencapai puncak dengan mulus. Namun dibutuhkan kerja sama dari penonton yakni fokus ke layar lebar. Jangan menoleh apalagi disambi main ponsel.

Naskah buatan Matt Lieberman brilian. Porsi utama film ini adalah perjuangan mendapatkan hak (di dunia nyata) dan perjalanan menyelamatkan diri dari kehancuran massal (di dunia gim). 

Surat Cinta dari Seseorang

Kita tahu Free Guy tipe film seperti apa dan bagaimana konflik harus berakhir. Dan memang, tebakan mayoritas penonton soal penyelesaian konflik di dunia Free Guy benar adanya. Yang tidak diantisipasi penonton adalah, untuk apa kecerdasan buatan bernama Guy ini lahir dan mengapa ia harus merebut kacamata perampok.

Ini terungkap persis di pengujung film, saat Guy mengaku kenapa Molotov Girl bahwa ia hanyalah sebuah surat cinta dari seseorang. Deg. Jantung penonton kembali dipacu untuk sebuah kejutan manis yang bikin mata berkaca-kaca. Adegan dua insan saling berpandangan di seberang jalan adalah klimaks lain yang kurang diantisipasi. Air mata menetes. Bahagia. Hati hangat.

Bagai Oase Tak Terduga

Free Guy adalah cara lain para pekerja seni Hollywood menyatakan cinta. Unik, eksentrik, dan berhasil menggambarkan kesederhanaan cinta dalam keagungan teknologi. 

Jika ditarik dalam skala yang lebih luas, posisi Free Guy sendiri sebagai sebuah film terasa krusial. Saat para raksasa Hollywood mengulik barang lawas untuk “diformat ulang” menjadi intellectual property (IP), Free Guy dengan naskah asli lahir sebagai IP baru.

Ia oase dengan level kesegaran tak terduga. Free Guy dengan kekurangan dan kelebihannya layak disebut sebagai salah satu film paling menghibur bahkan terbaik tahun ini. Buat yang kecewa terhadap film kolosal sok nyeni tapi alurnya bikin ngantuk, Free Guy adalah obat. Titik.

 

 

Pemain: Ryan Reynolds, Jodie Comer, Lil Rel Howery, Utkarsh Ambudkar, Joe Keery, Taika Waititi

Produser: Sarah Schechter, Greg Berlanti, Adam Kolbrenner, Shawn Levy, Ryan Reynolds

Sutradara: Shawn Levy

Penulis: Matt Lieberman, Zak Penn

Produksi: TSG Entertainment, 20 Century Studios

Durasi: 1 jam, 55 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan