Stephen Wongso Bahagia Bisa Menata Penampilan Kontingen PON Papua XX

Stephen Wongso Memoles Penampilan Ofisial dan Kontingen PON Papua XX Agar Lebih Percaya Diri

Diperbarui 08 Oktober 2021, 17:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada PON kali ini, penampilan seluruh kontingen menjadi perhatian di luar lapangan. Sehingga, penampilan mereka harus menarik.

”PON event yang membanggakan buat Papua, Indonesia dan kita semua karena merupakan event bergengsi yang ditunggu sekian lama oleh semua orang. Menjadi bagian dari event olaharga besar merupakan suatu kebanggaan karena kita Putra Putri Indonesia punya sumbangsih terhadap bangsa dan negara,” ujar Stephen.

Olahraga Sebagai Lifestyle

Olahraga juga mencakup fashion industry hingga lifestyle. Sehingga penampilan harus terlihat berkelas.

”Untuk jas yang pasti akan dipakai untuk opening, closing dan event-event penting selama acara PON Papua,” terang Stephen Wongso.

Stephen Wongso bersyukur semua pekerjaan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan panitia PON. Meskipun waktunya sangat pendek.

”Karena persiapan yang sangat mepet dan semua terburu-buru jadi butuh extra effort,” jelasnya.

Wong Hang juga tidak mengalami kesulitan mengukur setelan jas yang akan digunakan kontingen.

”Untuk kontingen, kita menggunakan size chart yang sudah kita rancang khusus untuk postur orang Papua dan butuh waktu sekitar 5 minggu untuk produksi karena durasi waktu kirim panjang, karena jauh dari Jawa,” ucap Stepen Wongso.

 

Visi yang Sama

Dalam hal penampilan kontingen, Wong Hang Tailor mempunyai visi yang sama dengan PB PON Papua 2021.

”Visi Wong Hang pasti support seluruh kegiatan olaharga Indonesia sehingga di kemudian hari, semua atlet Indonesia bisa sukses di semua bidang olahraga. Kami support di bidang fashion dan tailoring sehingga harapannya semua official dan kontingen akan lebih percaya diri dengan pakaian yang proper pas dan sesuai dengan karakteristik mereka,” beber ayah dua anak ini.

Untuk menyelesaikan  sesuai waktu yang ditentukan, menurut Stephen Wongso, Wang Hang membutuhkan 450 orang penjahit yang bekerja selama 24 jam.

”Kami mengerahkan hampir 3/4 pabrik kami untuk menyelesaikan semua pekerjaan ini. Jadi sekitar 450 orang full nonstop selama 24 jam (secara shift ),” ujarnya.

Kesulitan mendapat material bahan kain tentu ada. Itulah yang dirasakan Stephen Wongso.

”Ya tentunya, dengan waktu yang singkat kami meng-custom bahan, detail, corak, dan warna. Untungnya, design yang kami buat bisa sesuai dengan ekspektasi team dari PB PON dan semua pejabat yang berwenang. Sehingga tidak banyak revisi, sehingga bisa cepat kami potong dan produksi,” jawab Stephen Wongso.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan