Sukses

Pernyataan Krisdayanti Setelah Sang Ayah Meninggal Dunia: Guru yang Sederhana Itu Telah Pergi

Liputan6.com, Jakarta Krisdayanti dan Yuni Shara tengah berduka. Ayah mereka, Trenggono, meninggal dunia di Denpasar, Bali, 15 Juli 2021 sekitar pukul 15.00 sore Waktu Indonesia Tengah.

Kabar duka ini disampaikan Nyonya Raul Lemos di akun Instagram terverifikasinya pada hari yang sama, seraya mengunggah potret masa muda ayahnya mengenakan setelan jas berdasi.

Innalilahi wa innailaihi rojiun. Telah meninggal dengan tenang di Denpasar Bali tanggal 15 Juli 2021 pukul 15.00 WITA Papa, Opa kami Bapak Trenggono dalam usia 79 th,” tulis KD.

2 dari 5 halaman

Sugeng Tindak Papa

Pelantun “Ku Tak Sanggup” dan “Mencintaimu” minta doa masyarakat agar dosa-dosa sang ayah diampuni serta amal ibadahnya sepanjang hayat diterima Sang Pencipta.

Setelahnya, Krisdayanti minta maaf kepada Trenggono karena tak bisa menemaninya di saat-saat terakhir. “Sugeng Tindak papa. Maafin aku ngga nemenin papà pergi. Lahul fatihah,” katanya.

3 dari 5 halaman

Kami Ikhlas Papa

Beberapa jam setelah menyampaikan kabar duka ini, ibunda Aurel Hermansyah menyampaikan pernyataan tertulis terkait kepergian Trenggono. Ia mengaku ikhlas.

Guru yang sederhana telah pergi. Kami ikhlas papa,” cuit pemilik album Sayang dan Cahaya menyertai potongan video acara keluarga yang dihadiri Trenggono.

 

4 dari 5 halaman

Jenazah di Denpasar

Dalam kesempatan itu, Krisdayanti berterima kasih kepada para sahabat yang membantu mengurus jenazah Trenggono di Bali, di tengah pandemi Covid-19 yang meluas.

Terima kasih semua sahabat dan rekan yang membantu pemulasaran jenazah papà di Denpasar malam ini,” pungkas bintang sinetron Doaku Harapanku, 15 Juli 2021. 

5 dari 5 halaman

Yang Sabar, yang Kuat

Sejumlah rekan selebritas menyampaikan dukacita untuk sang diva di kolom komentar. “Turut berduka cita ya Mimi sayang… Yang sabar yang kuat,” ungkap Maia Estianty.

Innalilahi wainalilahi rojiun, turut berduka cita ya atas kepergian Ayahanda Tercinta,” Venna Melinda menambahkan. “Ndherek bela sungkawa mbakyu,” imbuh Soimah.