Sukses

Mengenal Selebgram Liestiani Anisa, Punya Manajemen Artis Hingga Diikuti Nia Ramadhani

Liputan6.com, Jakarta Medsos memungkinkan seseorang jadi populer dan memberi pengaruh positif bagi khalayak. Salah satunya, Liestiani Anisa yang jadi selebgram hingga sukses membangun manajemen artis.

Pemilik akun Instagram @chaliesti menyadari Instagram bagai etalase toko daring yang memungkinkan warganet menilik lantas membeli. Liestiani membangun Tutu Management sejak 2015.

Manajemen ini memayungi sejumlah influencer (pemengaruh) dan artis papan atas seperti Anissa Pohan, Nia Ramadhani, dan Syahnaz Sadiqah. Tak kurang dari 12 ribu toko daring hingga brand pernah digaet.

 

2 dari 5 halaman

Dipromosikan Artis

“Jadi, awalnya barang online shop saya dipromosikan artis yang saya kenal. Saya minta tolong mereka dan mereka mau. Waktu itu tidak bayar, kami hanya barter barang saja,” kata Liestiani.

“Saat itu belum ada istilah endorsement dan Instagram pun masih baru muncul. Melihat akun online shop saya dipromosikan artis, teman-teman yang juga punya online shop tanya ke saya,” imbuhnya.

3 dari 5 halaman

Itulah Proses

Walhasil, Liestiani menjembatani ribuan toko daring dan merek dengan sejumlah artis. Pergaulannya dengan sejumlah selebritas terbentuk. Tiga tahun setelahnya, ia punya perusahaan resmi.

“Itulah proses. Mungkin kalau tidak begitu jalannya, kalau saya langsung membuat perusahaan, mental saya belum tentu siap,” ungkapnya lewat siaran pers yang diterima Showbiz Liputan6.com.

 

4 dari 5 halaman

Tak Hanya Urusi Endorsement

Hingga kini, akun Liestiani diikuti 30 ribuan orang. Menahun menangani Instagram dan endorsement artis maupun influencer membuat cewek yang akrab disapa Icha ini mengenal dunia digital.

Kini ia tak hanya mengurusi endorsement artis, tapi juga digital marketing terkait strategi kampanye, iklan medsos, konten produksi sampai ke pengelolaan medsos. 

5 dari 5 halaman

Bukan Solusi Tunggal

“Itu karena endorse artis bukan solusi tunggal peningkatan penjualan. Ada faktor lain yang memengaruhi orang mau beli produk lewat medsos seperti Instagram,” urainya, pekan ini.

“Selain selektif memilih selebritas atau selebgram untuk endorsement, kualitas foto, status teks yang menyertai, dan desain feed Instagram mesti terkonsep,” cewek kelahiran 22 April 1989 ini mengakhiri.