6 Fakta Film Pengkhianatan G30S/PKI, Eksekusi Adegan Penculikan Jenderal pada Malam Jumat

Sejarah mencatat Pengkhianatan G30S/PKI film yang paling sering disiarkan dan ditonton dalam sejarah sinema Indonesia. Selegendaris itu.

Diperbarui 01 Oktober 2020, 15:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. Syuting Penculikan Malam Jumat

Tahukah Anda, syuting adegan penculikan para jenderal berlangsung tiap malam Jumat. Konon, ini sama dengan kejadian sebenarnya. Jajang C. Noer membenarkan ini. “Betul, itu kebetulan sekali. Tanpa disengaja,” ujar bintang film Athirah dan Berbagi Suami.

“Menurut skedul syuting (adegan penculikan) jatuh pada malam Jumat. Kami syuting dari siang tapi adegan itu diambilnya pas Kamis malam. Kami menyadarinya setelah syuting penculikan di dua rumah Jenderal,” kenangnya.

5. Rp 800 Juta, Fantastis di Eranya

Meraih tujuh nominasi Piala Citra FFI 1984, Pengkhianatan G30S/PKI menang kategori Skenario Asli Terbaik untuk Arifin C. Noer. Rumor yang beredar, biaya produksi film ini fantastis di eranya. Pengkhianatan G30S/PKI diproduksi Perum Produksi Film Negara (PPFN) dengan dana 800 juta rupiah.

“Adegan direkam dengan pita seluloid. Kala itu, kan belum format digital seperti sekarang. Habis syuting masih ada proses panjang mencuci pita, upgrade warna, dan menata suara. Itu mahal karena dilakukan di Jepang,” kata Jajang. 

6. Istri Jenderal Mengepel Darah

Ada banyak kontroversi menyertai film ini salah satunya, apakah kisahnya sesuai dengan fakta sejarah. Jajang C. Noer menyebut naskah disusun setelah melewati proses wawancara dengan pelaku sejarah. “Wawancaranya detail,” ia menggarisbawahi.

Adegan Nyonya M.T. Haryono mengepel darah suaminya di lantai misalnya. “Beliau mengepel darah suaminya sendiri agar anak-anak tidak melihatnya,” ujar aktris peraih 2 Piala Citra ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan