Sukses

Dewa Budjana Berencana Buat Proyek Seni dari Karya Sapardi Djoko Damono

Liputan6.com, Jakarta Gitaris Dewa Budjana ikut berduka atas meninggalnya sastrawan Sapardi Djoko Damono, Minggu (19/7/2020). Apalagi sebelum Sapardi Djoko Damono mengembuskan napas terakhirnya, Dewa Budjana sempat ingin membuat proyek seni yang diangkat dari karya tulis milik maestro sastra Tanah Air tersebut.

Dalam proyek seninya itu, Dewa Bunjana  menggandeng aktor kawakan Slamet Raharjo dan musisi Tohpati. Hal itu diceritakan Dewa Budjana melalui akun Instagram-nya, sambil mengunggah foto dirinya bersama Sapardi Djoko Damono.

"Rencananya 20 Maret lalu kami berkolaborasi dgn Mas Slamet Raharjo & Mas Nano Riantiarno, sesuai keinginan Pak Sapardi untuk melibatkan saya & @tohpati merespons karya beliau “Ditunggu Dogot”," tulis Dew Budjana, Minggu (19/7/2020).

2 dari 4 halaman

Terhalang Pandemi

Namun rencana Dewa Budjana itu tertunda, lantaran pandemi Corona Covid-19 yang tengah melanda Indonesia dan seluruh dunia. Sehingga ia harus merencanakan ulang kapan proyeksi seni itu akan digarap.

"Dan rencana itu tertunda karena situasi pandemi ini," tulis Dewa Budjana.

3 dari 4 halaman

Ingat Pesan Selamet Raharjo

Sebelumnya, Slamet Rahardjo sempat membahas proyek seni itu kepada Dewa Budjana dan tim yang terlibat. Kalau tidak disegerakan, Slamet Rahardjo takut Sapardi Djoko Damono akan lebih dulu dipanggil Sang Khalik. Mengingat usianya sudah tak lagi muda.

"Saya jadi inget saat rapat dengan seluruh pengisi acara, Mas Slamet Rahardjo berkomentar ...aku khawatir Mas Sapardi iki arep pamit. Ternyata Pak Sapardi hanya melewati “Hujan di bulan juni” dan pergi selamanya di bulan Juli," tulis Budjana.

 

4 dari 4 halaman

Ucapan Belasungkawa

Di akhir tulisannya, Dewa Budjana mendoakan yang terbaik buat Sapardi Djoko Damono yang kini telah kembali ke pangkuan-Nya.

"Selamat jalan Sastrawan Legenda kita Bapak Sapardi Djoko Damono.RIP Sapardi Djoko Damono," tulis Budjana.