Sea Fever: Sejumlah Awak Kapal Tewas Akibat Makhluk Misterius dari Dasar Laut

Laut menyimpan jutaan spesies yang belum terjelaskan identitasnya. Tema ini diangkat sineas Neasa Hardiman dalam Sea Fever yang mencekam.

Diterbitkan 10 Mei 2020, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tiga Konsekuensi

Dimulai dari membuat keputusan yang salah, satu-dua tokoh film ini menciptakan efek domino bagi karakter lain. Efek domino menguat disertai sejumlah faktor pemicu. Utamanya, spesies yang kemudian ditengarai dari keluarga Hadopelagik. Silakan Anda cek sendiri di literatur apa Hadopelagik itu.

Karena fokus pada kepanikan manusia, maka sepanjang film ini Anda disuguhi adegan di kapal dari ruang kemudi, palka, hingga buritan. Ini membuahkan sejumlah konsekuensi. Pertama, film ini melibatkan unit produksi Swedia dan Belgia, namun kita tak diizinkan menghirup “aroma” dua negara itu dalam film.

 

Momen Bikin Deg-degan

Kedua, sebagai film misteri berbalut bencana, Sea Fever secara keseluruhan kurang greng. Meski demikian, ada sejumlah adegan yang bikin kita deg-degan. Khususnya, adegan memeriksa mata dengan senter dan jatuhnya korban pertama. Sekat-sekat kapal terasa lebih mencekam dari biasanya.

Ketiga, bentuk makhluk air yang jadi biang teror kurang terekspos. Penjelasan lisan dari bibir Siobhan jelas tak memberi efek jera bagi penonton yang dari tadi menunggu wujud. Pun cerita samping (tentang cinta) yang diharapkan mengembang dari pihak Siobhan layu sebelum berkembang.

Formula Klasik

Model film seperti ini biasanya menerapkan formula klasik. Teror memakan satu demi satu korban dengan cara mati di luar dugaan. Yang tersisa biasanya satu atau tidak ada sama sekali. Tersisa dua korban selamat saja sudah alhamdulillah. Dan sekarang yang selamat tak harus pemeran utama.

Ingat kasus Underwater yang tayang awal tahun ini? Nah, selama menonton Sea Fever ada baiknya Anda tak mengabaikan tokoh-tokoh yang muncul di kapal. Jangan bedakan kasta pemeran utama dari pendukung karena kita tak pernah tahu bagaimana film ini berakhir.

Tak 100 Persen Memuaskan

Sekali lagi secara keseluruhan, Sea Fever tak 100 persen memuaskan. Meski begitu, penceritaan film ini relatif lancar. Menyaksikan Sea Fever sendirian efektif bikin waswas. Apalagi di tengah wabah Corona Covid-19, mendengar kata infeksi disebut di film ini, memantik efek meriang di jiwa.

Chemistry Connie Nielsen dan Dougray Scott terasa stabil. Karakter Siobhan yang terasa dingin di awal menghangat memasuki pertengahan. Sayang, tak sempat memanas sampai akhir. Kenapa? Anda bisa saksikan sendiri filmnya.

 

 

Pemain: Connie Nielsen, Hermione Corfield, Dougray Scott, Olwen Fouere, Jack Hickey, Ardalan Esmaili, Dag Malmberg, Elie Bouakaze

Produser: Brendan McCarthy, John McDonnell

Sutradara: Neasa Hardiman

Penulis: Neasa Hardiman

Produksi: Fantastic Films, Flexibon Films

Durasi: 1 jam, 30 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan