Ini Dia Jadwal Festival Sinema Australia Indonesia 2017

Yang diputar dalam Festival Sinema Australia Indonesia 2017 (FSAI 2017), adalah film-film yang telah diputar di sejumlah festival ternama.

Diterbitkan 25 Januari 2017, 20:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) tahun 2017 kembali diselenggarakan tahun ini oleh Kedutaan Besar Australia. FSAI tahun ini akan diselenggarakan di tiga kota besar di Indonesia, yakni Jakarta (26-29 Januari) di XXI Senayan City, Makassar (28-29 Januari) di XXI Trans Studio, dan Surabaya (4-5 Januari) di XXI SUTOS.

Ada sembilan film pilihan yang akan ditayangkan dalam FSAI 2017, enam dari Australia, dan tiga lainnya mewakili Indonesia.

Duta Besar Australia Paul Grigson bersama dengan Kamila Andini, Mouly Surya, dan finalis kompetisi film pendek FSAI 2017 (Liputan6.com/Citra Dewi)

Menariknya, yang diputar dalam festival ini adalah film-film yang telah memenangkan sejumlah penghargaan, atau diputar di festival kelas dunia. Bahkan salah satunya, baru saja ditetapkan sebagai salah satu nominasi Film Terbaik Oscar.

Tentu saja, ini menjadi kesempatan emas buat para penggemar film. Apalagi, pemutaran film diadakan tanpa dipungut biaya. Bila tertarik untuk menontonnya, jangan lupa mendaftar pada situs FSAI2017.evenbrite.com.

Sebelum mendaftar, pastikan Anda mengetahui jadwal pemutaran film-film di FSAI 2017 berikut ini:

 

Lion

Jakarta (Minggu, 29 Januari)
Makassar (Sabtu, 28 Januari)
Surabaya (Minggu, 5 Februari)


Lion adalah sebuah film yang diangkat dari novel A Long Way Home, dan merupakan kisah nyata dari sang penulis, Saroo Brierley. Tak hanya diputar dalam sejumlah festival film dunia, Lion juga menjadi salah satu kandidat pemenang Film Terbaik dalam perhelatan Piala Oscar 2017.

Film yang dibintangi Dev Patel dan Nicole Kidman ini berkisah tentang seorang anak India berumur lima tahun yang tersesat di jalanan Kalkuta, ribuan kilometer dari rumah. Setelah melewati berbagai tantangan, ia akhirnya diadopsi oleh sebuah keluarga Australia. Sekitar 25 tahun kemudian, ia kemudian berkelana mencari keluarganya yang hilang.

Girl Asleep

Jakarta (Jumat, 27 Januari)

Film Girl Asleep telah meraih sejumlah penghargaan dalam beberapa festival film di Australia. Salah satunya adalah Audience Award for Most Popular Feature di Adelaide Film Festival 2015.

Film ini menceritakan seorang gadis muda bernama Greta Driscoll. Menjelang umur 15, dia tidak sanggup meninggalkan masa kanak-kanaknya yang memberikan kenyamanan. Ia mesti menghadapi dunia baru yang tidak stabil dan tidak dapat dimengerti.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Jakarta (Sabtu, 28 Januari)Makassar (Minggu, 29 Januari) Film Spear, memberikan satu sajian yang cukup berbeda. Cerita mengalir lewat gerak tari yang dilakukan oleh Bangarra Dance Company. Spear mengikuti perjalanan seorang pemuda Aborigin bernama Djalil dari pedalaman Australia sampai kota Sydney. Ia tengah mencari makna hidup seseorang dengan tradisi kuno dalam suatu dunia modern. Film Spear mendapat penghargaan spesial dari UNESCO dalam Asia Pacific Screen Awards 2015.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan